Assalamualaikum
Wr. Wb, Saya disini akan memberitahukan kepada kalian bagaimana
cara mengkonfigurasi mikrotik melalui aplikasi winbox
Bisa Di Lihat Video Di Bawah Ini ↴
Modul MTCNA_Training_Materials_(2016-03)
Original
Tentang MikroTik
- Pembuat perangkat lunak dan perangkat keras router
- Produk yang digunakan oleh ISP, perusahaan, dan individu
- Misi: untuk membuat teknologi Internet lebih cepat, lebih kuat, dan terjangkau bagi pengguna yang lebih luas
- 1996: Didirikan
- 1997: Perangkat lunak RouterOS untuk x86 (PC)
- 2002: Perangkat RouterBOARD Pertama
- 2006: Pertemuan Pengguna MikroTik Pertama (MUM)
- Praha, Republik Ceko
- 2015: MUM Terbesar: Indonesia, 2500+
- Apakah sistem operasi perangkat keras MikroTik RouterBOARD
- Dapat juga diinstal pada PC atau sebagai mesin virtual (VM)
- Sistem operasi yang berdiri sendiri berdasarkan pada kernel Linux
Pertama kali di akses
- WinBox - http://www.mikrotik.com/unduh/winbox.exe
- WebFig
- SSH
- Telnet
- Emulator terminal dalam hal koneksi port serial
Pengaturan Cepat
- Konfigurasi router dasar dalam satu jendela
- Dapat diakses dari WinBox dan WebFig
- Secara lebih rinci dijelaskan dalam “Pengantar MikroTik RouterOS dan RouterBOARD” saja
Konfigurasi Default
- Konfigurasi default yang berbeda diterapkan
- Untuk info lebih lanjut, lihat halaman konfigurasi wiki standar
- Contoh: SOHO routers - DHCP client pada Ether1, server DHCP pada sisa port + WiFi
- Dapat dibuang dan 'kosong' digunakan sebagai gantinya
Command Line Interface (CLI)
- Tersedia melalui SSH, Telnet atau 'New Terminal' di WinBox dan WebFig
- <tab> menyelesaikan perintah
- Ganda <tab> menunjukkan perintah yang tersedia
- ‘?’ Menunjukkan bantuan
- Menavigasi perintah sebelumnya dengan tombol <↑>, <↓>
Ruang Private dan Public
- Masquerade digunakan untuk akses jaringan Publik, di mana alamat pribadi hadir
- Jaringan pribadi mencakup 10.0.0.0-10.255.255.255, 172.16.0.0-172.31.255.255, 192.168.0.0-192.168.255.255
Upgrading Router OS
- Unduh pembaruan dari www.mikrotik.com/halaman unduhan
- Periksa arsitektur CPU router Anda
- Drag & Jatohkan ke Window WinBox
- Cara lain: menu File WebFig, FTP, sFTP
- Boot ulang router
Router Boot
- Firmware bertanggung jawab untuk memulai RouterOS pada perangkat RouterBOARD
- Dua boot loader pada RouterBOARD - utama dan cadangan
- Utama dapat diperbarui
- Pemuat cadangan dapat dimuat jika diperlukan
Backup Konfigurasi
- Dua jenis backup
- Backup (.backup) file - digunakan untuk mengembalikan konfigurasi pada router yang sama
- Export (.rsc) file - digunakan untuk memindahkan konfigurasi ke router lain
- File cadangan dapat dibuat dan dikembalikan di bawah menu File di WinBox
- File cadangan adalah biner, secara default dienkripsi dengan kata sandi pengguna. Berisi konfigurasi router lengkap (kata sandi, kunci, dll.)
- File Ekspor (.rsc) adalah skrip dengan konfigurasi router mana yang dapat dicadangkan dan dipulihkan
- File teks biasa (dapat diedit)
- Hanya berisi konfigurasi yang berbeda dari konfigurasi standar pabrik
Reset Konfigurasi
- Menggunakan tombol ‘reset’ fisik pada router
- Muatkan loader RouterBOOT cadangan
- Setel ulang konfigurasi router
- Aktifkan mode CAP (Controlled AP)
- Mulai dalam mode Netinstall
- Untuk info lebih lanjut lihat tombol reset halaman wiki
Backup Konfigurasi (LAB)
- Buat file .backup
- Salin ke laptop Anda
- Hapus file .backup dari router
- Setel ulang konfigurasi router
- Salin file .backup kembali ke router
- Pulihkan konfigurasi router
- Buat cadangan menggunakan perintah ‘ekspor’
- Salin ke laptop Anda
- Hapus file ekspor dari router
- Setel ulang konfigurasi router
- Salin file ekspor kembali ke router
- Pulihkan konfigurasi router
DHCP
- Protokol Konfigurasi Host Dinamis
- Digunakan untuk distribusi alamat IP otomatis melalui jaringan lokal
- Menggunakan DHCP hanya di jaringan tepercaya
- Berfungsi dalam domain broadcast
- RouterOS mendukung Clients dan Server DHCP
DHCP Clients
- Digunakan untuk memperoleh secara otomatis alamat IP, subnet mask, gateway default, alamat server DNS, dan pengaturan tambahan jika disediakan
- Router MikroTik SOHO secara default memiliki antarmuka klien DHCP pada antarmuka ether1 (WAN)
DNS
- RouterOS mendukung entri statis DNS
- Secara default ada data DNS A record bernama statis yang menunjuk ke 192.168.88.1
- Itu berarti Anda dapat mengakses router dengan menggunakan nama DNS, bukan IP
DHCP Server
- Secara otomatis menetapkan alamat IP untuk meminta host
- Alamat IP harus dikonfigurasikan pada antarmuka yang akan digunakan Server DHCP
- Untuk mengaktifkan penggunaan perintah 'DHCP Setup'
DHCP Static Leases
- Adalah mungkin untuk selalu menetapkan alamat IP yang sama ke perangkat yang sama (diidentifikasi oleh alamat MAC)
- Server DHCP bahkan dapat digunakan tanpa kumpulan IP dinamis dan hanya menetapkan alamat yang telah ditentukan sebelumnya
DHCP Static Leases (LAB)
- Set DHCP Address Pool ke statis-saja
- Buat sewa statis untuk laptop Anda
- Ubah alamat IP yang ditugaskan ke laptop Anda oleh server DHCP ke 192.168.XY.123
- Perbarui alamat IP laptop Anda
- Minta tetangga Anda untuk menghubungkan nya / laptopnya ke router Anda (tidak akan mendapatkan alamat IP)
ARP
- Address Resolution Protocol
- ARP bergabung bersama alamat IP Clients (Layer3) dengan alamat MAC (Layer2)
- ARP beroperasi secara dinamis
- Bisa juga dikonfigurasikan secara manual
DHCP dan ARP
- Server DHCP dapat menambahkan entri ARP secara otomatis
- Dikombinasikan dengan penyewaan statis dan hanya sekali ARP dapat meningkatkan keamanan jaringan sambil mempertahankan kemudahan penggunaan bagi pengguna
Statik ARP (LAB)
- Buat entri ARP laptop Anda statis
- Atur antarmuka jembatan ARP agar hanya membalas untuk menonaktifkan penambahan entri ARP dinamis
- Anda masih harus memiliki server DHCP untuk hanya-statis dan penyewaan statis untuk laptop. Jika tidak, ulangi LAB sebelumnya
- Aktifkan ‘Add ARP for leases’ di server DHCP
- Hapus entri statis laptop Anda dari tabel ARP
- Periksa koneksi Internet (tidak berfungsi)
- Perbarui alamat IP laptop Anda
- Periksa koneksi Internet (harus berfungsi)
- Sambungkan ke router dan amati tabel ARP
Bridge
- Bridge adalah perangkat lapisan OSI 2
- Bridge adalah perangkat transparan
- Secara tradisional digunakan untuk menggabungkan dua segmen jaringan
- Bridge membagi domain tabrakan dalam dua bagian
- Saklar jaringan adalah jembatan multi-port - setiap port adalah domain benturan dari satu perangkat
- RouterOS mengimplementasikan Bridge perangkat lunak
- Ethernet, nirkabel, SFP dan antarmuka terowongan dapat ditambahkan ke Bridge
- Konfigurasi standar pada router SOHO Bridge Wireless dengan port eter2
- Ether2-5 digabungkan bersama dalam sakelar. Ether2 adalah tuan, 3-5 budak. Pengalihan kecepatan kawat menggunakan chip switch
Bridge Firewall
- Interface Bridge RouterOS mendukung firewall
- Trafic yang mengalir melalui Bridge dapat diproses oleh firewall
- Untuk mengaktifkan: Bridge → Setting → Use IP Firewall
Troubelshooting
Tidak
dapat terhubung ke IP, MAC, atau Linux
·
Mencoba untuk
menghubungkan ke port ethernet lain
·
Mencoba kabel lain
·
Melihat apa output
pada konsol Serial (bagian selanjutnya)
Boot,
tapi berhenti memuat setelah BIOS info
·
Periksa jika baud rate
program terminal Anda diatur dengan benar, biasanya itu 9600 atau 115000
·
Coba menggunakan
mac-telnet, atau mac-winbox untuk menghubungkan
·
Pastikan Anda
RouterBOARD BIOS diatur untuk boot dari NAND
·
Jika semuanya gagal,
tahan tombol di samping LED untuk memuat cadangan BIOS
Mulai,
tapi kesalahan menyela pemuatan RouterOS
·
Masukkan BIOS,
mengaturnya untuk boot dari "ethernet, maka NAND" dan menginstal
ulang OS dengan Netinstall. Dalam kebanyakan kasus, itu tidak akan menyakiti
konfigurasi atau lisensi.
·
Memeriksa pesan
kesalahan dan melihat apakah makna mengarah ke solusi yang logis
·
Hubungi Contact
Support dengan pesan eror
Tidak ada
informasi pada output konsol
·
Sambil berpaling pada
perangkat, tahan tombol di samping LED untuk memuat cadangan BIOS
·
Periksa jika baud rate
program terminal Anda diatur dengan benar, biasanya itu 9600 atau 115000
·
Periksa kekuatan
jumper, mereka diatur secara manual?
·
melakukan setiap LED
berkedip atau menyalakan? Menjelaskan makna mereka dengan dukungan
Masalah
kartu Wireless
Artikel
ini menunjukkan bagaimana untuk menentukan apakah kartu R52, R52H atau R52Hn
rusak dalam badai
Permasalahan
operasional
CPU memuat 100% atau lalu lintas lambat kecepatan: memeriksa lalu lintas yang datang ke/melalui
router dengan obor alat. Menonaktifkan antarmuka. Lihat jika pengguna P2P, atau
seorang penyerang tidak menyebabkan itu.
Kartu Wireless menghilang: Periksa jika dikepang atau
sesuatu yang lain logam bukan menyentuh bagian logam kartu Wireless.
RouterOS Releases
· Bug fix
Only - pemasangan, tidak ada fitur baru
· Current
- fungsi yang sama + fitur baru
· Release
Candidate - pertimbangkan sebagai 'nightly build'
Soal - Soal TJB WAN
1. Pengertian Jaringan Nirkabel
(Wireless Network)
Manfaat dan Kekurangan Jaringan
Nirkabel
Manfaat
Jaringan Nirkabel
- Pengguna
dapat saling berbagi file dan sumber daya lainnya dengan oerangkat lain
yang terhubung ke jaringan tanpa harus bersuah payah melepas port.
- Pengguna
dapat bergerak bebas dalam menggunakan Laptop maupun perangkat genggap
lainnya, karena mempunyai jangkauan are lebih luas tanpa kabel.
- Lebih
nyaman digunakan
- Jaringan
nirkabel seringkali dapat menangani pengguna dalam jumlah yang lebih
banyak karena tidak dibatasi oleh sejumlah port koneksi tertentu.
- Pengalihan
informasi secara instan ke media sosial menjadi lebih mudah. Misalnya,
mengambil foto dan mengunggahnya ke Facebook pada umumnya bisa dilakukan
lebih cepat dengan teknologi nirkabel.
·
Kekurangan
Jaringan Nirkabel
- Kecepatan
transfer file atau sharing biasanya akan lebih lambar dibandingkan dengan
jaringan berkabel.
- Instalasi
dan pengembanganya yang cukup mahal.
- Peralatan
yang masih tinggi harganya.
- Kekuatan
sinyal sangat tergantung kepada faktor cuaca.
- Informasi
yang kurang aman dan lebih mudah di hack.
2. PENGERTIAN GELOMBANG RADIO
Sejarah Gelombang Radio
Gelombang radio pertama kali diperkirakan pada tahun 1865
oleh James Clerk Maxwell, yang datang dengan persamaan elektromagnetisme-nya,
kemudian dikenal sebagai persamaan Maxwell. bekerja pada hubungan antara
elektromagnetisme dan cahaya, ia menyadari bahwa bentuk lain dari radiasi
elektromagnetik, dengan panjang gelombang di atas dan di bawah kisaran
terlihat, itu mungkin. Adanya radiasi panjang gelombang yang lebih rendah
ditunjukkan secara eksperimental 22 tahun kemudian, pada tahun 1887, ketika
Heinrich Hertz yang menghasilkan gelombang radio di lab. Dalam beberapa dekade,
mereka banyak digunakan untuk transmisi informasi. Guglielmo Marconi dan Nikola
Tesla keduanya dihormati sebagai pionir awal di bidang radio, tapi Marconi
mematenkan sistem telegrafi pertama nirkabel pada tahun 1896.
Gelombang
radio adalah gelombang yang memiliki jangkauan frekuensi yang cukup luas dan
biasanya dihasilkan oleh rangkaian isolator dalam alat-alat elektronika.
Spektrum gelombang radio dipisahkan dalam pita-pita frekuensi atau panjang
gelombang.
Pada
sistem siaran radio komersial biasanya digunakan dua jenis sistem modulasi,
yaitu AM (Amplitudo Modulation) dan FM (Frequency Modulation). Sistem modulasi
amplitudo (AM) memiliki jangkauan yang luas karena dapat dipantulkan oleh
lapisan ionosfer, tetapi dapat terpengaruh oleh gejala kelistrikan dan
kemagnetan di udara sehingga akan menimbulkan derau, tidak dapat dipantulkan
oleh lapisan ionosfer, tetapi tidak terpengaruh oleh gejala kelistrikan dan
kemagnetan di udara sehingga akan menghasilkan suara yang jernih.
Undang-undang
Nomor 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran menyebutkan bahwa frekuensi radio
merupakan gelombang elektromagnetik yang diperuntukkan bagi penyiaran, dan
merambat di udara serta ruang angkasa tanpa sarana penghantar buatan, merupakan
ranah publik, dan sumber daya alam terbatas. Seperti spektrum elektromagnetik
yang lain, gelombang radio merambat dengan kecepatan 300.000 kilometer per
detik. Perlu diperhatikan bahwa gelombang radio berbeda dengan gelombang audio.
Pemancar
radio mengubah, ataupun melakukan modulasi gelombang radio agar dapat
menyampaikan berbagai macam informasi. Dalam radio AM, ketinggian dari
gelombang pembawa diubah-ubah menurut suara yang ditangkap mikrofon. Dalam
radio FM, frekuensi atau jarak antara puncak radio yang diubah. Pesawat
penerima sinyal radio menangkap sinyal ini, memperkuat dan juga kemudian
mengartikannya. Jika sinyal itu lemah atau tidak kuat, radio AM dapat
mengeluarkan seperti bunyi gemerisik, itulah sebabnya radio jenis ini
digantikan oleh radio FM yang penerimaannya jauh lebih bagus dan jernih.
Suatu
sistem telekomunikasi yang menggunakan gelombang radio sebagai pembawa sinyal
informasinya pada dasarnya terdiri dari antena pemancar dan antena penerima.
Sebelum dirambatkan sebagai gelombang radio, sinyal informasi dalam berbagai
bentuknya (suara pada sistem radio, suara dan data pada sistem seluler, atau
suara dan gambar pada sistem TV) terlebih dahulu dimodulasi. Modulasi di sini
secara sederhana dinyatakan sebagai penggabungan antara getaran listrik informasi
(misalnya suara pada sistem radio) dengan gelombang pembawa frekuensi radio
tersebut. Penggabungan ini menghasilkan gelombang radio termodulasi. Gelombang
inilah yang dirambatkan melalui ruang dari pemancar menuju penerima.
3. Pengertian
Polarisasi
Polarisasi adalah suatu peristiwa
perubahan arah getar gelombang pada cahaya yang acak menjadi satu arah getar;
dari sumber lain mengatakan bahwa Polarisasi adalah
peristiwa penyerapan arah bidang getar dari gelombang.
Gejala polarisasi hanya dapat dialami oleh gelombang transversal saja, sedangkan gelombang longitudinal tidak mengalami gejala polarisasi. Fakta bahwa cahaya dapat mengalami polarisasi menunjukkan bahwa cahaya merupakan gelombang transversal.
4. Spektrum Elektrimagnetik
Spektrum
elektromagnetik adalah rentang semua radiasi elektromagnetik yang mungkin. Spektrum elektromagnetik dapat
dijelaskan dalam panjang
gelombang, frekuensi, atau tenaga per foton. Spektrum ini secara langsung berkaitan (lihat juga tabel
dan awalan SI):
·
Panjang gelombang dikalikan dengan
frekuensi, hasilnya kecepatan
cahaya: 300 Mm/s, yaitu 300 MmHz
·
Energi dari foton adalah 4.1 feV per
Hz, yaitu 4.1μeV/GHz
·
Panjang gelombang dikalikan dengan
energi per foton adalah 1.24 μeVm
Spektrum
elektromagnetik dapat dibagi dalam beberapa daerah yang terentang dari sinar
gamma gelombang, pendek berenergi
tinggi ,sampai pada gelombang mikro dan gelombang radio dengan panjang gelombang sangat panjang. Pembagian ini
sebenarnya tidak begitu tegas dan tumbuh dari penggunaan praktis yang secara
historis berasal dari berbagai macam metode deteksi. Biasanya dalam
mendeskripsikan energi spektrum elektromagnetik dinyatakan dalam elektronvolt untuk foton berenergi tinggi (di atas 100 eV), dalam
panjang gelombang untuk energi menengah, dan dalam frekuensi untuk energi
rendah (λ ≥ 0,5 mm). Istilah "spektrum
optik" juga masih digunakan secara
luas dalam merujuk spektrum elektromagnetik, walaupun sebenarnya hanya mencakup
sebagian rentang panjang gelombang saja (320 - 700 nm).
Sifat Gelombang Elektromagnetik
Bentuk gelombang elektromagnetik
hampir sama seperti bentuk gelombang transversal pada umumnya, namun pada
gelombang ini terdapat muatan energi listrik dan magnetik dimana medan listrik
(E) selalu tegak lurus terhadap medan magnet (B) yang keduanya menuju ke arah
gelombang seperti yang dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Bentuk
gelombang elektromagnetik yang membawa muatan energi elektromagnetik tanpa
memiliki media rambat. Sumber gambar: Douglas C. Giancoli
§ Tidak memerlukan media rambat
§ Termasuk gelombang transversal dan memiliki sifat yang sama
seperti gelombang transversal
§ Tidak membawa massa, namun membawa energi
§ Enegi yang dibawa sebanding dengan besar frekuensi gelombang
§ Medan listrik (E) selalu tegak
lurus terhadap medan magnet (B) dan sefase
§ Memiliki momentum
§ Dibagi menjadi beberapa jenis tergantung frekuensinya (atau
panjang gelombangnya)
5.
Pengertian dan Fungsi Bandwidth
Bandwidth adalah suatu nilai konsumsi transfer
data yang dihitung dalam bit/detik atau yang biasanya disebut dengan bit per
second (bps), antara server dan client dalam waktu tertentu. Atau definisi
bandwidth yaitu luas atau lebar cakupan frekuensi yang dipakai oleh sinyal
dalam medium transmisi. Jadi dapat disimpulkan bandwidth yaitu kapasitas
maksimum dari suatu jalur komunikasi yang dipakai untuk mentransfer data dalam
hitungan detik. Fungsi bandwidth adalah untuk menghitung transaksi data.
Bandwidth
komputer dalam jaringan komputer, bandwidth ini sering dipakai sebagai suatu
sinonim untuk data transfer rate, ialah jumlah data yang bisa dibawa dari
sebuah titik ke titik lain dalam jangka waktu tertentu (biasanya dalam hitungan
detik). Bandwitdh pada jaringan komputer ini umumnya diukur dalam bits per
second (bps).
Jika
kita menggunakan koneksi LAN (Local Area Network) 100 mbps, berarti idealnya
dapat melakukan transaksi data maksimalnya sebesar 100 mega bit per second
(mbps). Lalu jika suatu modem yang dapat bekerja pada 57,600 bps memiliki
Bandwidth 2 kali lebih besar dari pada modem yang bekerja pada 28,800 bps, jika
koneksi komputer ke jaringan komputer memiliki Bandwidth yang besar atau tinggi
dapat memungkinkan pengiriman data yang besar juga misalnya seperti pengiriman
gambar dalam video presentation atau bahkan dapat mengirim video.
6. Frekuensi dan kanal
Ø Frekuensi
adalah ukuran jumlah putaran ulang per peristiwa dalam selang waktu yang
diberikan. Untuk memperhitungkan frekuensi, seseorang menetapkan jarak waktu,
menghitung jumlah kejadian peristiwa, dan membagi hitungan ini dengan panjang
jarak waktu. Hasil perhitungan ini dinyatakan dalam satuan hertz (Hz) yaitu
nama pakar fisika Jerman Heinrich Rudolf Hertz yang menemukan fenomena ini
pertama kali. Frekuensi sebesar 1 Hz menyatakan peristiwa yang terjadi satu
kali per detik.
Ø Kanal merupakan media yang digunakan
untukmentransmisikan sinyal dari transmitter ke receiver.Kanal dapat berupa
sepasang kawat, coaxial cable,frekuensi radio, dsb. Kapasitas Kanal dapat
digambarkan sebagai rata-rata maksimum pada informasi yang bisa dikirim tanpa
ada kesalahan, dan untuk maksudtransmisi data, mungkin diukur dalam bit
perdetik.Rata-rata data yang dapat dikirim pada kanal sebanding dengan
bandwidth kanal
7. PERILAKU GELOMBANG RADIO
Ada
beberapa aturan yang sangat ampuh pada saat merencanakan pertama kali untuk
jaringan nirkabel:
§ Semakin panjang
panjang gelombang, semakin jauh gelombang radio merambat.
§ Semakin panjang
panjang gelombang, semakin mudah gelombang radio melalui atau mengitari
penghalang.
§ Semakin pendek
panjang gelombang, semakin banyak data yang dapat di kirim.
8.
Pengertian line of sight
Line Of Sight (LOS)
Dalam transmisi gelombang
mikro kita mengenal istilah LOS. Apa itu sebenarnya LOS? LOS (Line Off Sight)
adalah suatu kondisi dimana antara pengirim (Tx) dengan penerima (Rx) dapat
saling melihat tanpa ada penghalang.
LOS
dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ini:
1.
Panjang lintasan Adalah panjang
lintasan antara Tx dan Rx
2.
Faktor K Faktor pengali jari-jari
bumi. Untuk indonesia k: 1.33 atau 4/3
3.
Kontur bumi Adalah kondisi permukaan
dari bumi yang bisa berupa bukit, lembah dan lainnya.
4.
Daerah fresnel Adalah daerah berupa
lintasan elips dalam lintasan propagasi gelombang radio dimana daerah tersebut
dibatasi oleh gelombang tak langsung (indirect signal) dan mempunyai beda
panjang lintasan dengan sinyal langsung sebesar kelipatan ½λ atau 2 kali ½λ
5.
Tinggi penghalang Tinggi penghalang
atau obstacle, yang bisa berupa pohon, gedung atau bangunan lainnya.
9. IEEE802.11
IEEE802.11 adalah
serangkaian spesifikasi kendali akses medium dan lapisan
fisik untuk
mengimplementasikan komunikasi komputer wireless
local area network di frekuensi 2.4, 3.6, 5, dan 60 GHz. Mereka
diciptakan dan dioperasikan oleh Institute
of Electrical and Electronics Engineers. Versi dasar dirilis tahun 1997 dan telah
melalui serangkaian pembaruan dan menyediakan dasar bagi produk jaringan
nirkabel Wi-Fi.
Sampai saat ini sudah terdapat enam
standar yang sudah digunakan yaitu :
1.
802.11
Pada Tahun 1997, IEEE menciptakan standar wireless yang pertama bekerja pada frekuensi 2,4 GHz yang dinamakan 802.11. Namun standar ini hanya mendukung bandwidth jaringan maksimal 2 Mbps, telalu kecil untuk komunikasi jaringan pada saat ini. Oleh karena itu perangkat wireless dengan standar ini tidak diproduksi lagi.
Pada Tahun 1997, IEEE menciptakan standar wireless yang pertama bekerja pada frekuensi 2,4 GHz yang dinamakan 802.11. Namun standar ini hanya mendukung bandwidth jaringan maksimal 2 Mbps, telalu kecil untuk komunikasi jaringan pada saat ini. Oleh karena itu perangkat wireless dengan standar ini tidak diproduksi lagi.
2.
802.11b
IEE menciptakan standar lanjutan yang dinamakan 802.11b pada tahun 1999 mendukung bandwidth mencapai 11 Mbps. Masih bekerja pada frekuensi 2,4 GHz. Vendor perangkat elektronik pada umumnya lebih memilih menggunakan frekuensi ini dikarenakan dapat menekan biaya produksi. Seperti yang diketahui, frekuensi 2,4 GHz merupakan frekuensi radio yang tidak diatur sehingga dapat menimbulkan gangguan dari perangkat elektronik lainnya seperti microwave, televisi dan perangkat lainnya yang menggunakan frekuensi 2,4 GHz. Namun hal tersebut dapat dihindari dengan mengatur jarak antar perangkat elektronik sehingga tidak menimbulkan gangguan atau interferensi.
Router yang hanya menggunakan standar 802.11b ini juga sudah tidak diproduksi lagi. Namun beberapa router baru masih mendukung standar ini. Standar ini, secara teoritis mendukung bandwidth data mencapai 11 Mbps dan jangkauan sinyal mencapai sekitar 150 kaki (+-45 Meter).
IEE menciptakan standar lanjutan yang dinamakan 802.11b pada tahun 1999 mendukung bandwidth mencapai 11 Mbps. Masih bekerja pada frekuensi 2,4 GHz. Vendor perangkat elektronik pada umumnya lebih memilih menggunakan frekuensi ini dikarenakan dapat menekan biaya produksi. Seperti yang diketahui, frekuensi 2,4 GHz merupakan frekuensi radio yang tidak diatur sehingga dapat menimbulkan gangguan dari perangkat elektronik lainnya seperti microwave, televisi dan perangkat lainnya yang menggunakan frekuensi 2,4 GHz. Namun hal tersebut dapat dihindari dengan mengatur jarak antar perangkat elektronik sehingga tidak menimbulkan gangguan atau interferensi.
Router yang hanya menggunakan standar 802.11b ini juga sudah tidak diproduksi lagi. Namun beberapa router baru masih mendukung standar ini. Standar ini, secara teoritis mendukung bandwidth data mencapai 11 Mbps dan jangkauan sinyal mencapai sekitar 150 kaki (+-45 Meter).
3.
802.11a
Saat standar 802.11b sedang dikembangkan, IEEE membuat ekstensi untuk standar 802.11 yang dinamakan 802.11a. Standar ini diciptakan pada saat yang bersamaan dengan standar 802.11b. Standar ini sudah mendukung bandwidth data mencapai 54 Mbps dan menggunakan frekuensi 5 GHz (semakin tinggi frekuensi maka semakin pendek jangkauan sinyal). Dikarenakan berjalan pada frekuensi yang bebeda dengan standar 802.11b, kedua teknologi ini tidak kompatible satu sama lain. Beberapa vendor menawarkan perangkat jaringan hybrid 802.11a/b. Namun perangkat tersebut hanya dapat menjalankan satu standar pada satu waktu
Saat standar 802.11b sedang dikembangkan, IEEE membuat ekstensi untuk standar 802.11 yang dinamakan 802.11a. Standar ini diciptakan pada saat yang bersamaan dengan standar 802.11b. Standar ini sudah mendukung bandwidth data mencapai 54 Mbps dan menggunakan frekuensi 5 GHz (semakin tinggi frekuensi maka semakin pendek jangkauan sinyal). Dikarenakan berjalan pada frekuensi yang bebeda dengan standar 802.11b, kedua teknologi ini tidak kompatible satu sama lain. Beberapa vendor menawarkan perangkat jaringan hybrid 802.11a/b. Namun perangkat tersebut hanya dapat menjalankan satu standar pada satu waktu
4.
802.11g
Standar ini diciptakan pada tahun 2002 dengan menggabungkan kelebihan masing masing standar 802.11a dan 802.11b. Standar ini mendukung bandwidth 54 Mbps dan menggunakan frekuensi 2,4 GHz yang berarti memiliki jangkauan sinyal yang luas. Perangkat dengan network adapter yang mengadopsi standar ini juga kompatibel dengan standar 802.11b begitu juga sebaliknya.
Standar ini diciptakan pada tahun 2002 dengan menggabungkan kelebihan masing masing standar 802.11a dan 802.11b. Standar ini mendukung bandwidth 54 Mbps dan menggunakan frekuensi 2,4 GHz yang berarti memiliki jangkauan sinyal yang luas. Perangkat dengan network adapter yang mengadopsi standar ini juga kompatibel dengan standar 802.11b begitu juga sebaliknya.
5.
802.11n
Standar 802.11n sering dikenal dengan sebutan Wireless-N diciptakan untuk memperbaiki standar 802.11g dalam hal jumlah bandwidth yang didukung dengan memanfaatkan beberapa sinyal wireless dan antena (disebut dengan teknologi MIMO, Multiple in Multiple out). IEEE meresmikan standar ini pada tahun 2009 dengan spesifikasi menyediakan bandwidth sampai 300 Mbps. Standar ini juga menawarkan jangkauan sinyal yang lebih baik dibandingkan standar wireless sebelumnya serta memiliki kompabilitas dengan perangkat yang memiliki standar 802.11b/g. Standar wireless ini beroperasi 2 frekuensi yaitu 2,4 GHz dan 5GHz
Standar 802.11n sering dikenal dengan sebutan Wireless-N diciptakan untuk memperbaiki standar 802.11g dalam hal jumlah bandwidth yang didukung dengan memanfaatkan beberapa sinyal wireless dan antena (disebut dengan teknologi MIMO, Multiple in Multiple out). IEEE meresmikan standar ini pada tahun 2009 dengan spesifikasi menyediakan bandwidth sampai 300 Mbps. Standar ini juga menawarkan jangkauan sinyal yang lebih baik dibandingkan standar wireless sebelumnya serta memiliki kompabilitas dengan perangkat yang memiliki standar 802.11b/g. Standar wireless ini beroperasi 2 frekuensi yaitu 2,4 GHz dan 5GHz
6.
802.11ac
Generasi terbaru dari standar Wifi yang populer digunakan. Memanfaatkan teknologi wireless dual band mendukung koneksi secara bersamaan pada frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz. Menawarkan kompabilitas dengan standar 802.11b/g/n serta mendukung bandwidth mencapai 1300Mbps pada frekuensi 5 GHz ditambah 450Mbps pada frekuensi 2,4 GhzA
Generasi terbaru dari standar Wifi yang populer digunakan. Memanfaatkan teknologi wireless dual band mendukung koneksi secara bersamaan pada frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz. Menawarkan kompabilitas dengan standar 802.11b/g/n serta mendukung bandwidth mencapai 1300Mbps pada frekuensi 5 GHz ditambah 450Mbps pada frekuensi 2,4 GhzA
10.
Pengertian Antena Dan
Cara Kerja Antena
Pengertian Antena
Antena di defenisikan sebagai transformator
atau struktur transmisi gelombang terbimbing (saluran transmisi) dengan
gelombang ruang bebas atau sebaliknya.
Saluran transmisi tersebut digunakan untuk mengubah gelombang listrik menjadi gelombang elektromagnetik di udara dan sebaliknya, merubah gelombang elektromagnetik di udara menjadi gelombang listrik. Antena adalah salah satu elemen penting yang harus ada pada sebuah radio, radar dan semua alat komunikasi nirkabel lainnya.
Fungsi Antena
Fungsi antena adalah merubah
gelombang listrik menjadi gelombang elektromagnetik, lalu kemudian
meradiasikannya di udara dan sebaliknya, merubah gelombang elektromagnetik di
udara menjadi gelombang listrik. Antena dapat menjalankan kedua fungsinya
sekaligus dan ada yang hanya menjalankan salah satu fungsi saja.
Cara Kerja Antena
Pada transmisi, sinyal
informasi akan dimodulasi telebih dahulu dengan sinyal analog yang memiliki
frekuensi lebih tinggi kemudian di kuatkan hingga level daya tertentu. Sinyal
termodulasi dan telah di kuatkan inilah yang di masukkan ke antena.
Antena biasanya terbuat dari
bahan logam yang bersifat konduktor. Pada saat antena menerima energi listrik,
antena merubahnya menjadi gelombang elektromagnetik dan melepaskannya di udara.
Radiasi elektromagnetik adalah kombinasi medan listrik dan medan magnet yang
berosilasi dan merambat melewati ruang dan membawa energi dari satu tempat ke
tempat yang lain.
Pada penerima, radiasi
gelombang elektromagnetik di udaran yang di terima antena akan menghasilkan
pergerakan elektron pada elemen antena sehingga di hasilkan gelombang listrik.
Sinyal listrik yang di hasilkan tergantung kekuatan radiasi yang di terima, dan
akan di teruskan pada system yang ada, umumnya akan di kuatkan, di filter dan
di demodulasi hingga memperoleh informasi.
Parameter Antena atau Karakter antena
1. Pola Radiasi
Pola radiasi antena adalah plot
3-dimensi distribusi sinyal yang dipancarkan oleh sebuah antena atau plot-3
dimensi tingkat penerimaan sinyal yang di terima oleh sebuah antena.
2. Gain
Gain (directive gain) adalah
karakter antena yang terkait dengan kemampuan antena mengarahkan radiasi
sinyalnya atau penerimaan sinyal dari arah tertentu. Gain bukanlah kuantitas
yang dapat di ukur dalam satuan fisis pada umumnya seperti watt, volt atau
lainnya, melainkan suatu bentuk perbandingan. Besarnya gain antena di pengaruhi
oleh jumlah dan susunan antena serta frekuensi yang digunakan
3. Polarisasi
Polarisasi di defenisikan
sebagai arah orientasi dari medan listrik. Mengenali polarisasi antena sangat
berguna dalam sistem telekomunikasi, khususnya untuk mendapatkan efisiensi
maksimum pada transmisi sinyal.
Jenis-jenis Antena
1. Berdasarkan Fungsi
Berdasarkan fungsinya antena
dibedakan menjadi antena pemancar, antena penerima dan antena pemancar
sekaligus penerima.
2. Berdasarkan Gain
Berdasarkan besaran gainnya
antena dibedakan menjadi antena VHF dan UHF yang biasanya digunakan pada TV
3. Berdasarkan Polarisasinya
Berdasarkan polarisasinya
antena dibedakan menjadi dua, yaitu antena dipol dan monopol. Antena dipol memiliki
polarisasi linear vertikal sedangkan antena monopol polarisasinya hanya pada
satu arah.
4. Antena Directional dan Antena Omnidirectional
Antena directional adalah
antena yang pola radiasi pancarannya terarah sehingga efektifitas pancaran
radio hanya ke satu arah saja, sedangkan antena omnidirectional dapat
memancarkan gelombang ke segala arah.
5. Berdasarkan Bentuknya
Antena berdasarkan bentuknya
antara lain: mikrostrip, parabola, vee, horn, helix dan loop.
11. Fiber
Optik
Fiber
Optik adalah saluran transmisi atau
sejenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus dan lebih
kecil dari sehelai rambut, dan dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal
cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Sumber cahaya yang digunakan biasanya adalah
dari sinar laser atau LED.
Kabel ini berdiameter lebih kurang 120 mikrometer. Cahaya
yang ada di dalam serat optik tidak keluar karena indeks bias dari kaca lebih
besar daripada indeks bias dari udara, karena laser mempunyai spektrum yang
sangat sempit. Kecepatan transmisi fiber optik sangat tinggi
sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi.
Perkembangan teknologi fiber optik saat
ini, telah dapat menghasilkan pelemahan (attenuation) kurang dari 20 decibels
(dB)/km. Dengan lebar jalur (bandwidth) yang besar, maka mampu dalam
mentransmisikan data menjadi lebih banyak dan cepat dibandingan dengan
penggunaan kabel konvensional. Dengan demikian fiber optik sangat
cocok digunakan terutama dalam aplikasi sistem telekomunikasi.
Sekitar 20 tahun yang lalu, kabel fiber optik telah
memngambil alih dan mengubah wajah teknologi industri telepon jarak jauh maupun
industri automasi dengan pengontrolan jarak jauh. Serat optik juga memberikan
peranan besar membuat Internet dapat digunakan di seluruh dunia. Pada tahun
1997 fiber optik menghubungkan seluruh dunia, Fiber-Optic Link
Around the Globe (FLAG) menjadi jaringan kabel terpanjang di seluruh dunia yang
menyediakan infrastruktur untuk generasi internet terbaru.
Kelebihan Fiber Optik
- Bandwidth sangat besar dengan kecepatan transmisi
mencapai gigabit-per detik dan menghantarkan informasi jarak jauh tanpa
pengulangan
- Biaya pemasangan dan pengoperasian yang rendah serta
tingkat keamanan yang lebih tinggi
- Ukuran kecil dan ringan, sehingga hemat pemakaian ruang
- Kebal terhadap gangguan elektromagnetik dan gangguan
gelombang radio
- Tidak ada tenaga listrik dan percikan api
- Tidak berkarat
Kekurangan Fiber Optik
- Beberapa faktor membatasi efektivitas kabel FO. Selain
instalasinya yang mahal, sistem ini mungkin sinyalnya kurang kuat, hal ini
disebabkan karena faktor fisik ataupun material.
- Dispersi dapat mempengaruhi volume informasi yang dapat
diakomodasi.
- Tidak seperti halnya dengan kawat atau plastik, fiber
juga lebih sulit untuk disambung.
- Sambungan akhir dari kabel fiber harus benar-benar
akurat untuk menghindari transmisi yang tidak jelas.
- Komponen FO mahal dan membutuhkan biaya ekstra dalam pengaplikasian
yang lebih spesifik.
Prinsip - Prinsip
Pada
kebanyakan kabel, data ditransmisikan menggunakan aliran listrik, namun pada
fiber optik menggunakan aliran cahaya yang dikonversikan dari aliran listrik
sehingga tidak akan terganggu oleh adanya gelombang elektromagnetik.
Fiber optik memanfaatkan serat kaca
sebagai bahan penyusunnya untuk mendapatkan refleksi atau pantulan cahaya total
yang tinggi dari cermin tersebut sehingga data akan ditransmisikan dengan cepat
pada jarak yang tidak terbatas. Pantulan tersebut didapatkan melalui cahaya
yang berjalan pada serat kaca dengan sudut yang rendah.
Selain itu, dalam proses kerjanya,
efisiensi dari pantulan cahaya dipengaruhi oleh kemurnian bahan fiber optik
dimana semakin murni bahan gelas yang digunakan maka penyerapan cahaya yang
semakin sedikit oleh fiber optik. Minimnya penyerapan tersebut akan menghasilkan
pantulan cahaya yang tinggi.
Point to Point FiberOptik
Kabel jaringan fiber optik jenis single mode
memiliki inti (core) yang relatif kecil, dengan diameter sekitar 0.00035 inch
atau 9 micron. Jenis kabel fiber optik yang satu ini
menggunakan tranmitter laser semi konduktor yang mengirimkan sinar laser
inframerah dengan panjang gelombang mencapai 1300-1550 nm. Disebut ‘single
mode’ karena penggunaan kabel fiber optik ini hanya memungkinkan terjadinya
satu modus cahaya saja yang dapat tersebar melalui inti pada suatu waktu.
Berikut ini karakteristik kabel jaringan
fiber optik jenis single mode :
·
Laju Data : Tinggi
·
Jarak Pengiriman Data : Jauh
·
Masa Pakai : Sebentar
·
Sensitifitas Suhu : Substansial
·
Biaya : Mahal
Point
to multipoint
Jenis kabel fiber optik yang satu ini
memiliki inti (core) yang lebih besar dibanding milik kabel fiber optik jenis
single mode yakni berdiameter sekitar 0.0025 inch atau 62.5 micron. Dengan
ukuran yang lebih besar, maka penggunaan kabel fiber optik jenis ini
memungkinkan ratusan modus cahaya tersebar melalui serat secara bersamaan.
Kabel fiber optik multi mode ini menggunakan LED (Light Emiting Diode) sebagai
media transmisinya, serta lebih ditujukan untuk kepentingan komersil.
Berikut ini karakteristik kabel jaringan
fiber optik jenis multi mode :
o Laju Data : Rendah
o Jarak Pengiriman Data : Pendek
o Masa Pakai : Lama
o Sensitifitas Suhu : Minor
o Biaya : Rendah (Murah)
Karakteristik
kabel fiber optic
Karateristik kabel jaringan fiber optik
secara umum dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
·
Bagian dalam kabel jaringan fiber
optik terdiri dari inti yang terbuat dari serat kaca dan diselubungi oleh
beberapa lapisan yang bersifat sebagai pelindung.
·
Konektor yang umum digunakan untuk
kabel jaringan fiber optik adalah konektor ST, namun baru-baru ini ada konektor
lain yang diperkenalkan sebagai pasangan kabel jaringan fiber optik yakni
konektor SC.
·
Kecepatan transfer data yang mampu
dilakukan kabel fiber optik berada di angka 100 Mbps ke atas (bahkan dapat
mencapai 1000 Mbps).
·
Biaya rata-rata pernode cukup mahal.
·
Diameter kabel jaringan fiber optik
dan dan ukuran konektornya relatif kecil sehingga fleksibel dalam proses
instalasi.
·
Panjang kabel jaringan fiber optik
sangat panjang yakni mencapai 2 km (mengalahkan kabel jaringan lainnya seperti
Coaxial dan Twisted Pair).
Kapasitas Kabel, Kode Warna, dan Perlebelan kabel single
mode
Komunikasi fiber optik telah
memberikan dampak yang besar terhadap berbagai segi pengiriman data informasi,
mulai dari lingkup ‘local area networks’(LAN) sampai telekomunikasi antar
benua. Fiber
optik adalah suatu media transmisi yang pemakaiannya sedang berkembang pesat.
Hal ini karena media fiber optik memiliki keunggulan yang signifikan dibanding
media transmisi kawat konvensional.
Secara umum komunikasi fiber optik dapat dijelaskan
sebagai berikut :
Data yang akan dikirimkan dapat berupa analog atau
digital. Dalam sistem pengiriman data dalam system fiber optic maka data
berasal dari elektrik akan diubah dahulu ke optic oleh sumber cahaya berupa
LED, Laser Dioda (LD). Kemudian disambungkan dengan splices atau konektor dari
fiber satu ke yang lain dan diterima oleh photodetektor bisa berupa PIN, APD
(Avalance Photodioda) yang akan mengubah dari optik ke elektrik selanjutnya
akan diubah ke data semula.
Ø STRUKTUR DASAR SERAT OPTIK
Terdiri dari :
1. Core (Inti), Berfungsi
untuk menentukan cahaya merambat dari satu ujung ke ujung lainnya.
Core memiliki Ciri-Ciri :
a.
Terbuat dari bahan kuarsa dengan kualitas sangat tinggi.
b.
Merupakan bagian utama dari serat optik karena perambatan cahaya
sebenarnya terjadi
pada bagian ini. Ukuran
core sangat mempengaruhi karakteristik serat optic.
2. Cladding (Lapisan) Berfungsi
sebagai cermin, yakni mementulkan cahaya agar dapat merambat ke ujung lainnya.
Cladding
memiliki Ciri-Ciri :
a.
Terbuat dari bahan gelas dengan indek bias lebih kecil dari core
b.
Merupakan selubung dari core
c.
Hubungan index antara core dan cladding akan membpengaruhi perambatan cahaya
pada core (mempengaruhi besarnya sudut kritis).
3. Coating (Jaket)
Berfungsi
sebagai pelindung mekanis dan tempat kode warna. Indek bias (n) inti lebih
besar dari pada Indek bias Cladding (Nc > Nd).
Coating
memiliki Ciri-Ciri :
a.
Terbuat dari bahan plastik
b.
Berfungsi untuk melindungi serat optik dari kerusakan
Ø Jenis
jenis Fiber Optik:
1. Step
index multimode
Indeks bias core konstan Ukuran Core besar (50 mikro
meter) dan dilapisi cladding yang sangat tipis. Penyambungan kabel lebih mudah karena
memiliki core yang besar Terjadi dispresi. Hanya
digunakan untuk jarak pendek dan tranmisi data bit rate rendah.
2. Graded
index multimode
Cahaya
merambat karena difraksi yang terjadi pada core sehingga rambatan cahaya
sejajar dengan sumbu serat . Dispresi
minimum Hanya lebih mahal dari serat optik SI karena proses pembuatannya lebih
sulit.
3. Step index singlemode
Serat
Optik SI monomode memiliki diameter core yang sangat kecil dibandingkan ukuran
claddingnya. Cahaya hanya merambat dalam satu mode
saja yaitu sejajar dengan sumbu serat optic. Digunakan untuk tranmisi data dengan
bit rate tinggi.
Ø Kode warna pada kabel serat optik
Selubung
luar
Dalam
standarisasinya kode warna dari selubung luar (jacket) kabel serat optik
jenis Patch Cord adalah sebagai berikut:
Warna selubung
luar/jacket
|
Artinya
|
Kuning
|
serat optik single-mode
|
Oren
|
serat optik multi-mode
|
Aqua
|
Optimal laser 10 giga 50/125 mikrometer serat optik
multi-mode
|
Abu-Abu
|
Kode warna serat optik multi-mode, yang tidak digunakan
lagi
|
Biru
|
Kadang masih digunakan dalam model perancangan
|
Konektor
Pada kabel serat optik, sambungan ujung terminal atau
disebut juga konektor, biasanya memiliki tipe standar seperti berikut:
- FC
(Fiber Connector): digunakan untuk kabel single mode dengan akurasi yang
sangat tinggi dalam menghubungkan kabel dengan transmitter maupun
receiver. Konektor ini menggunakan sistem drat ulir dengan posisi yang
dapat diatur, sehingga ketika dipasangkan ke perangkat lain, akurasinya
tidak akan mudah berubah.
- SC
(Subsciber Connector): digunakan untuk kabel single mode, dengan sistem
dicabut-pasang. Konektor ini tidak terlalu mahal, simpel, dan dapat diatur
secara manual serta akurasinya baik bila dipasangkan ke perangkat lain.
- ST
(Straight Tip): bentuknya seperti bayonet berkunci hampir mirip dengan
konektor BNC. Sangat umum digunakan baik untuk kabel multi mode maupun
single mode. Sangat mudah digunakan baik dipasang maupun dicabut.
- Biconic:
Salah satu konektor yang kali pertama muncul dalam komunikasi fiber optik.
Saat ini sangat jarang digunakan.
- D4:
konektor ini hampir mirip dengan FC hanya berbeda ukurannya saja.
Perbedaannya sekitar 2 mm pada bagian ferrule-nya.
- SMA:
konektor ini merupakan pendahulu dari konektor ST yang sama-sama
menggunakan penutup dan pelindung. Namun seiring dengan berkembangnya ST
konektor, maka konektor ini sudah tidak berkembang lagi penggunaannya.
- E200
Selanjutnya
jenis-jenis konektor tipe kecil:
- LC
- SMU
- SC-DC
Warna Konektor
|
Arti
|
Keterangan
|
|
Biru
|
Physical Contact (PC), 0°
|
yang paling umum digunkan untuk serat optik
single-mode.
|
|
Hijau
|
Angle Polished (APC), 8°
|
sudah tidak digunakan lagi untuk serat optik
multi-mode
|
|
Hitam
|
Physical Contact (PC), 0°
|
||
Abu-abu,
|
Krem
|
Physical Contact (PC), 0°
|
serat optik multi-mode
|
Putih
|
Physical Contact (PC), 0°
|
||
Merah
|
Penggunaan khusus
|
||
Ø Keuntungan Serat Optik
¨
Band
width lebar
¨
Redaman
kecil
¨
Kebal
terhadap induksi
¨
Keamanan
rahasia informasi lebih baik
¨
Aman
dari bahaya listrik
¨
Penambahan
kanal / kapasitas terpasang lebih mudah
¨
Tidak
ada cakap silang (Crosstalk)
¨
Tidak
berkarat
¨
Lebih
ekonomis
¨
Tanah
temperatur tinggi
¨
Konsumsi
daya rendah
Ø Kerugian Serat Optik
¨ Tidak
menyalurkan energi listrik
¨ Pada
sistem repeater, transmistter & receiver perlu pengubahan energi listrik ke
optik dan sebaliknya
¨ Perangkat
sambung relatif lebih sulit, karena terbuat dari gelas silica, memerlukan
penangganan yang lebih hati-hati
¨ Perangkat
terminasi lebih mahal
¨
Perbaikan lebih sulit
Karateristik Jenis Kabel Single Mode
Berikut ini
karakteristik kabel jaringan fiber optik jenis single mode :
·
Laju Data : Tinggi
·
Jarak Pengiriman Data :
Jauh
·
Masa Pakai : Sebentar
·
Sensitifitas Suhu :
Substansial
·
Biaya : Mahal
Jenis Konstruksi Duct Cable
Kabel duct adalah kabel fiber
optik yang instalasinya menggunakan pelindung pipa duct/subduct, kabel ini
dipendam dalam tanah (underground). Metode pemasangannya dengan cara
galian terbuka (open trench) ataupun boring rojok (manual borring
Jenis Konstruksi Direct Buried Cable
Direct Buried
Cable atau kabel
Tanam langsung, merupakan kabel fiber optik yang instalasinya dipendam dalam
tanah (underground) dengan metode galian terbuka (open trench)
kabel digelar langsung tanpa menggunakan duct/subduct. Jacketingkabel
ini didesain lebih tebal daripada kabel duct.
Jenis Konstruksi Aeriall
Cable
Aerial Cable (Kabel Udara) merupakan kabel fiber
optik yang instalasinya menggantung diudara (aerial). Metode
pemasangannya kabel digantung diantara tiang-tiang penyangga. Terdapat 3 jenis
kabel Udara yaitu Figure 8, ADSS dan OPGW
Jenis Konektor Kabel Fiber Optik
Pada
kabel serat optik, sambungan ujung terminal dapat disebut juga dengan istilah:
konektor. Jenis-jenis dari konektor kabel fiber optic ini tersedia dalam
beberapa bentuk yang berbeda-beda tergantung kebutuhan implementasinya, dimana
biasanya memiliki tipe standar seperti berikut ini:
- FC (Fiber Connector): digunakan untuk model kabel single-mode dengan
akurasi yang sangat tinggi dalam menghubungkan kabel dengan transmitter
maupun receiver. Konektor ini menggunakan sistem drat ulir dengan posisi
yang dapat diatur, sehingga ketika dipasangkan ke perangkat lain,
akurasinya tidak akan mudah berubah.
- SC (Subsciber Connector): digunakan untuk model kabel single-mode, dengan
sistem dicabut-pasang. Konektor ini tidak terlalu mahal, simpel, dan dapat
diatur secara manual serta akurasinya baik bila dipasangkan ke perangkat
lain.
- ST (Straight Tip): bentuknya seperti bayonet berkunci hampir mirip
dengan konektor BNC. Sangat umum digunakan baik untuk kabel multi mode
maupun single mode. Sangat mudah digunakan baik dipasang maupun dicabut.
- Biconic: Salah satu konektor yang kali pertama muncul dalam
komunikasi fiber optik. Saat ini sangat jarang digunakan.
- D4: konektor ini hampir mirip dengan FC hanya berbeda
ukurannya saja. Perbedaannya sekitar 2 mm pada bagian ferrule-nya.
- SMA: konektor ini merupakan pendahulu dari konektor ST
yang sama-sama menggunakan penutup dan pelindung. Namun seiring dengan
berkembangnya ST konektor, maka konektor ini sudah tidak berkembang lagi
penggunaannya.
- E200
Selanjutnya
jenis-jenis konektor tipe kecil:
- LC
- SMU
- SC-DC
Selain
itu pada bagian konektor tersebut biasanya menggunakan warna tertentu dengan
maksud sebagai berikut:
Warna Konektor
|
Arti
|
Keterangan
|
|
Biru
|
Physical Contact (PC), 0°
|
Yang paling umum digunakan untuk serat optik single-mode
|
|
Hijau
|
Angle Polished (APC), 8°
|
Sudah tidak digunakan lagi untuk serat optik multi-mode
|
|
Hitam
|
Physical Contact (PC), 0°
|
||
Abu-abu,
|
Krem
|
Physical Contact (PC), 0°
|
Serat optik multi-mode
|
Putih
|
Physical Contact (PC), 0°
|
||
Merah
|
Penggunaan khusus
|
||
Dalam standarisasinya kode warna dari selubung luar (jacket)
kabel serat optik jenis Patch Cord adalah sebagai berikut:
Warna jacket
|
Artinya
|
Kuning
|
Serat optik single-mode
|
Orange
|
Serat optik multi-mode
|
Aqua
|
Optimal laser 10 giga 50/125 mikrometer serat optik multi-mode
|
Abu-Abu
|
Kode warna serat optik multi-mode, sekarang tidak digunakan
lagi
|
Biru
|
Kadang masih digunakan dalam model perancangan
|
Fungsi Fusion splicer
Fusion
splicer atau sering dikenal sebagai alat untuk menyambungkan serat optik ini
merupakan salah satu alat yang digunakan untuk menyambungkan sebuah core serat
optik, dimana serat tersebut terbuat / berbasis kaca, dan mengimplementasikan
suatu daya listrik yang telah dirubah menjadi sebuah media sinar berbentuk
laser.
Sinar
laser tersebut berfungsi untuk memanasi kaca yang terputus pada core sehingga
bisa tersambung kembali dengan baik. Perlu kalian ketahui, bahwa fusion splicer
ini haruslah memiliki tingkat keakuratan yang cukup tinggi, hal ini ditujukan
untuk menghasilkan hasil penyambungan yang sempurna, karena pada saat
penyambungan tersebut akan terjadi proses pengelasan media kaca serta peleburan
kaca yang akan menghasilkan suatu media, dimana media tersebut akan tersambung
dengan utuh tanpa adanya celah-celah, hal ini dikarenakan media tersebut
memiliki senyawa yang sama.
Fungsi Optical Time Domain
Reflectometer (OTDR)
OTDR merupakan salah satu alat yang digunakan untuk
mendeteksi komunitas atau himpunan suatu kabel serat ptik dalam jarak tempuh
tertentu, sehingga dengan adanya alat ini diharapkan mampu menghasilkan jarak
dari dua sisi yang merupakan ukuran gangguan yang terjadi. Sehingga untuk
melakukan troubleshooting dapat dilakukan dengan baik, karena akan sangat mudah
menentukan suatu letak lokasi gangguan yang tengah terjadi. Alat OTDR ini
sendiri biasanya digunakan untuk melakukan pendeteksian Kabel Crack, Putusnya
core yang belum diketahui letaknya, Putusnya kabel atau juga untuk melakukan
bending.
Fungsi Optical Power Meter (OPM)
Alat yang satu ini nmemiliki fungsi untuk mengetahui
seberapa kuat daya dari signal cahaya yang sudah masuk, OPM ini juga mempunyai interface
FC yang langsung berhubungan dengan pathcore FC. Bagi kalian yang belum
mengetahui rumus yang digunakan untuk melakukan proses ini, berikut adalah
rumusnya
(TX – RX =…dB dibagi jarak (Km)
Fungsi Cleaver
Cleaver Tools ini mempunyai fungsi untuk memotong core yang
kulit kabel optic-nya sudah dikupas, perlu kalian ketahui juga bahwa pemotongan
core ini wajib menggunakan alat khusus ini, karena pada serat kacanya akan
terpotong dengan rapih. Jika proses ini berhasil dilakukan dengan baik maka
tahapan selanjutnya, kalian bisa teruskan ke tahap Jointing.
Fungsi Stripper
Sama seperti kabel - kabel yang lain,
salah satunya seperti kabel coaxial dan UTP, kabel fiber optic juga memerlukan
alat ini. Alat ini berfungsi sebagai media untuk memotong dan mengupas kulit
dan daging kabel.
Pengenalan Perangkat GPON
Gigabit Passive
Optical Network (GPON)
GPON merupakan salah satu teknologi yang dikembangkan oleh ITU-T via G.984 dan hingga kini bersaing dengan GEPON (Gigabit Ethernet PON), yaitu PON versi IEEE yang berbasiskan teknologi Ethernet.
GPON merupakan salah satu teknologi yang dikembangkan oleh ITU-T via G.984 dan hingga kini bersaing dengan GEPON (Gigabit Ethernet PON), yaitu PON versi IEEE yang berbasiskan teknologi Ethernet.
GPON mempunyai dominansi pasar yang lebih tinggi dan roll
out lebih cepat dibanding penetrasi GEPON. Standar G.984 mendukung bit rate
yang lebih tinggi, perbaikan keamanan, dan pilihan protokol layer 2 (ATM, GEM,
atau Ethernet).
Baik GPON ataupun GEPON, menggunakan serat optik sebagai
medium transmisi. Satu perangkat akan diletakkan pada sentral, kemudian akan
mendistribusikan trafik Triple Play (Suara/VoIP, Multi Media/Digital Pay TV dan
Data/Internet) hanya melalui media 1 core kabel optik disisi subscriber atau
pelanggan.
Yang menjadi ciri khas dari teknologi ini dibanding
teknologi optik lainnya semacam SDH adalah teknik distribusi trafik dilakukan
secara pasif. Dari sentral hingga ke arah subscriber akan didistribusikan
menggunakan splitter pasif (1:2, 1:4, 1:8, 1:16, 1:32, 1:64).
GPON menggunakan TDMA sebagai teknik multiple access
upstream dengan data rate sebesar 1.2 Gbps dan menggunakan broadcast kearah
downstream dengan data rate sebesar 2.5 Gbps. Model paketisasi data menggunakan
GEM (GPON Encapsulation Methode) atau ATM cell untuk membawa layanan TDM dan
packet based. GPON jadi memiliki efisiensi bandwidth yang lebih baik dari BPON
(70 %), yaitu 93 %.
2.1 Prinsip Kerja GPON
GPON merupakan teknologi FTTx yang dapat mengirimkan
informasi sampai ke pelanggan menggunakan kabel optik. Prinsip kerja dari GPON,
ketika data atau sinyal dikirimkan dari OLT, maka ada bagian yang bernama
splitter yang berfungsi untuk memungkinkan serat optik tunggal dapat mengirim
ke berbagai ONU, untuk ONU sendiri akan memberikan data-data dan sinyal yang
diinginkan pelanggan.
Pada prinsipnya, PON adalah sistem point to multipoint, yang
menggunakan splitter sebagai pembagi jaringannya.
Arsitektur sistem GPON berdasarkan pada TDM (Time Division
Multiplexing) sehingga mendukung layanan T1, E1 dan DS3.
2.2 Komponen GPON
2.2.1 Network Management System (NMS)
NMS merupakan perangkat lunak yang berfungsi untuk mengontrol dan mengkonfigurasi perangkat GPON. Letak NMS ini bersamaan di dekat OLT namun berbeda ruangan. Konfigurasi yang dapat dilakukan oleh NMS adalah OLT dan ONT. Selain itu NMS dapat mengatur layanan GPON seperti POTS , VoIP , dan IPTV. NMS ini menggunakan platform Windows dan bersifat GUI (Graffic Unit Interface)maupun command line. NMS memiliki jalur langsung ke OLT , sehingga NMS dapat memonitoring ONT dari jarak jauh.
NMS merupakan perangkat lunak yang berfungsi untuk mengontrol dan mengkonfigurasi perangkat GPON. Letak NMS ini bersamaan di dekat OLT namun berbeda ruangan. Konfigurasi yang dapat dilakukan oleh NMS adalah OLT dan ONT. Selain itu NMS dapat mengatur layanan GPON seperti POTS , VoIP , dan IPTV. NMS ini menggunakan platform Windows dan bersifat GUI (Graffic Unit Interface)maupun command line. NMS memiliki jalur langsung ke OLT , sehingga NMS dapat memonitoring ONT dari jarak jauh.
2.2.2 Optical Line Terminal (OLT)
OLT menyediakan interface antara sistem PON dengan penyedia
layanan (service provider) data, video, dan jaringan telepon. Bagian ini akan
membuat link ke sistem operasi penyedia layanan melalui Network Management
System (NMS).
2.2.3 Optical Distribution Cabinet (ODC)
ODC (Optical Distribution Cabinet) adalah jaringan optik antara perangkat OLT sampai perangkat ODC. Letak dari ODC ini adalah terletak di rumah kabel.ODC menyediakan sarana transmisi optik dari OLT terhadap pengguna dan sebaliknya. Transmisi ini menggunakan komponen optik pasif.
ODC (Optical Distribution Cabinet) adalah jaringan optik antara perangkat OLT sampai perangkat ODC. Letak dari ODC ini adalah terletak di rumah kabel.ODC menyediakan sarana transmisi optik dari OLT terhadap pengguna dan sebaliknya. Transmisi ini menggunakan komponen optik pasif.
ODC menyediakan peralatan transmisi optik antara OLT dan
ONT. Perangkat interior pada ODC terdiri dari :
– Konektor
Konektor optik merupakan salah satu perlengkapan kabel serat optik yang berfungsi sebagai penghubung serat. Dalam operasinya konektor mengelilingi serat kecil sehingga cahayanya terbawa secara bersama-sama tepat pada inti dan segaris dengan sumber cahaya (serat lain). Konektor yang digunakan pada Optical Access Network (OAN) dapat dipasang di luar dan di lokasi pelanggan.
Konektor optik merupakan salah satu perlengkapan kabel serat optik yang berfungsi sebagai penghubung serat. Dalam operasinya konektor mengelilingi serat kecil sehingga cahayanya terbawa secara bersama-sama tepat pada inti dan segaris dengan sumber cahaya (serat lain). Konektor yang digunakan pada Optical Access Network (OAN) dapat dipasang di luar dan di lokasi pelanggan.
– Splitter
Splitter merupakan komponen pasif yang dapat memisahkan daya optik dari satu input serat ke dua atau beberapa output serat. Splitter pada PON dikatakan pasif sebab tidak memerlukan sumber energi eksternal dan optimasi tidak dilakukan terhadap daya yang digunakan terhadap pelanggan yang jaraknya berbeda dari node splitter, sehingga cara kerjanya membagi daya optik sama rata.
Splitter merupakan komponen pasif yang dapat memisahkan daya optik dari satu input serat ke dua atau beberapa output serat. Splitter pada PON dikatakan pasif sebab tidak memerlukan sumber energi eksternal dan optimasi tidak dilakukan terhadap daya yang digunakan terhadap pelanggan yang jaraknya berbeda dari node splitter, sehingga cara kerjanya membagi daya optik sama rata.
Passive splitter atau splitter merupakan optical fiber
couplersederhana yang membagi sinyal optik menjadi beberapa path (multiple
path) atau sinyal-sinyal kombinasi dalam sutu jalur. Selain itu splitter juga
dapat berfungsi untuk merutekan dan mengkombinasikan berbagai sinyal optik.
Alat ini sedikitnya terdiri dari 2 port dan bisa lebih hingga mencapai 32 port.
Berdasarkan ITU G.983.1 BPON Standard direkomendasikan agar
sinyal dapat dibagi untuk 32 pelanggan, namun rasio meningkat menjadi 64
pelanggan berdasarkan ITU-T G.984 GPON Standard. Hal ini berpengaruh terhadap
redaman sistem, seperti pada tabel dibawah ini.
Redaman Passive Splitter
Rasio Redaman
1:2 2,8 – 4,0 dB
1:4 5,8 – 7,5 dB
1:8 8,8 – 11,0 dB
1:16 10,7 – 14,4 dB
1:32 14,6 – 18,0 dB
Rasio Redaman
1:2 2,8 – 4,0 dB
1:4 5,8 – 7,5 dB
1:8 8,8 – 11,0 dB
1:16 10,7 – 14,4 dB
1:32 14,6 – 18,0 dB
2.2.4 Optical Distribution Pack (ODP)
Instalasi atau terminasi yang bagus dari serat adalah
persyaratan utama untuk menjamin kemampuan transmisi pada kabel serat optik.
Syarat utama DP adalah :
a. DP dapat diubah tanpa mengganggu kabel yang sudah terpasang dengan cara melebihkan kabel serat optik beberapa meter.
b. Setiap DP harus punya ruangan untuk memuat splitter.
c. DP harus memiliki akses dari sisi depan.
d. Setiap DP harus memiliki penutup depan untuk melindungi orang dari cahaya laser yang langsung keluar dari ujung serat.
e. DP harus mempunyai ruang untuk memuat dan memandu kabel serat optik.
a. DP dapat diubah tanpa mengganggu kabel yang sudah terpasang dengan cara melebihkan kabel serat optik beberapa meter.
b. Setiap DP harus punya ruangan untuk memuat splitter.
c. DP harus memiliki akses dari sisi depan.
d. Setiap DP harus memiliki penutup depan untuk melindungi orang dari cahaya laser yang langsung keluar dari ujung serat.
e. DP harus mempunyai ruang untuk memuat dan memandu kabel serat optik.
2.2.5 Optical Network Termination (ONT)
ONU menyediakan interface antara jaringan optik dengan pelanggan. Sinyal optik yang ditransmisikan melalui ODN diubah oleh ONU menjadi sinyal elektrik yang diperlukan untuk service pelanggan.
ONU menyediakan interface antara jaringan optik dengan pelanggan. Sinyal optik yang ditransmisikan melalui ODN diubah oleh ONU menjadi sinyal elektrik yang diperlukan untuk service pelanggan.
Pada arsitektur FTTH, ONU diletakkan di sisi pelanggan.
Perangkat ONU yang digunakan PT.Telkom salah satunya adalah ZXA10 FN62X yang
merupakan pabrikan merek ZTE.
2.3 Keunggulan dan Kekurangan GPON
Adapun beberapa keunggulan yang dimiliki oleh teknologi GPON
adalah:
a. Mendukung aplikasi triple play (suara,data, dan video) pada layanan FTTx yang dilakukan melalui satu core fiber optik.
b. Dapat membagi bandwidth sampai 32 ONT.
c. GPON mengurangi penggunaan banyak kabel dan peralatan pada kantor pusat bila dibandingkan dengan arsitektur point to point. Hanya satu port optik di central office (menggantikan multiple port).
d. Alokasi bandwidth dapat diatur.
e. Biaya maintenance yang murah karena menggunakan komponen pasif.
f. Transparan terhadap laju bit dan format data.
g. GPON dapat secara fleksibel mentransferkan informasi dengan laju bit dan format yang berbeda karena setiap laju bit dan format data ditransmisikan melalui panjang gelombang yang berbeda. Laju bit 1.244 Gbit/s untuk upstream dan 2.44 Gbit/s untuk downstream.
h. Biaya pemasangan, pemeliharaan dan pengembangan lebih effisien.
i. Hal ini dikarenakan arsitektur jaringan GPON lebih sederhana dari pada arsitektur jaringan serat optik konvensional.
a. Mendukung aplikasi triple play (suara,data, dan video) pada layanan FTTx yang dilakukan melalui satu core fiber optik.
b. Dapat membagi bandwidth sampai 32 ONT.
c. GPON mengurangi penggunaan banyak kabel dan peralatan pada kantor pusat bila dibandingkan dengan arsitektur point to point. Hanya satu port optik di central office (menggantikan multiple port).
d. Alokasi bandwidth dapat diatur.
e. Biaya maintenance yang murah karena menggunakan komponen pasif.
f. Transparan terhadap laju bit dan format data.
g. GPON dapat secara fleksibel mentransferkan informasi dengan laju bit dan format yang berbeda karena setiap laju bit dan format data ditransmisikan melalui panjang gelombang yang berbeda. Laju bit 1.244 Gbit/s untuk upstream dan 2.44 Gbit/s untuk downstream.
h. Biaya pemasangan, pemeliharaan dan pengembangan lebih effisien.
i. Hal ini dikarenakan arsitektur jaringan GPON lebih sederhana dari pada arsitektur jaringan serat optik konvensional.
Sedangkan kekurangan yang dimiliki GPON, antara lain:
a. Model layering yang kompleks
b. Lebih mahal dibandingkan GEPON
c. Transceiver pada laju 2.4 Gbps saat ini mahal
d. Bandwidth upstream terbatas pada hingga 622 Mbps saat ini
a. Model layering yang kompleks
b. Lebih mahal dibandingkan GEPON
c. Transceiver pada laju 2.4 Gbps saat ini mahal
d. Bandwidth upstream terbatas pada hingga 622 Mbps saat ini
2.4 Spesifikasi Layanan GPON
Tabel 1.2 Spesifikasi GPON
Items Deskripsi Target
Performansi layanan dan QoS : Full Services(19/100 Base-T, Voice, Leased lines)
Bit Rates : 1.25 Gb/s symmetric dan 155 Mb/s & 622 Mb/s upstream
Jarak pencapaian fisik maksimum: Max 20 km dan Max 10 km
Logical Reach: Max 60 km (for ranging protocol)
Branches: Max 64 pada layer fisik Max 128 pada layer TC
Alokasi panjang gelombang: Downstream : 1480 – 1500 nm, Upstream : 1260 – 1360 nm
Kelas ODN: Kelas A, B, dan C (sama seperti persyaratan B-PON)
Tabel 1.2 Spesifikasi GPON
Items Deskripsi Target
Performansi layanan dan QoS : Full Services(19/100 Base-T, Voice, Leased lines)
Bit Rates : 1.25 Gb/s symmetric dan 155 Mb/s & 622 Mb/s upstream
Jarak pencapaian fisik maksimum: Max 20 km dan Max 10 km
Logical Reach: Max 60 km (for ranging protocol)
Branches: Max 64 pada layer fisik Max 128 pada layer TC
Alokasi panjang gelombang: Downstream : 1480 – 1500 nm, Upstream : 1260 – 1360 nm
Kelas ODN: Kelas A, B, dan C (sama seperti persyaratan B-PON)
Pengenalan
Perangkat GEPON
OTB
( Optical Termination Box ) adalah alat yang digunakan untuk
menyabung fiber optik dalam server dengan
menggunakan pigtail fiber optik.
OTB digunakan sebagai media penyambung dari kabel fiber optik ke switch dengan mengunakan kabel fiber optik patchcord.
Gigabit Ethernet Passive Optical
Network (GEPON)
GE-PON (Gigabit Ethernet Passive Optical Network) merupakan teknik akses optik kecepatan tinggi yang telah distandarisasi menurut IEEE 802.3ah EFM (Ethernet in the First Mile) sehingga dapat digunakan pada konfigurasi point to multipoint. Ketika ITU-T membangun standar BPON dan GPON, sebuah working group IEEE yang bernama Ethernet-in-the-first-mile mengembangkan PON yang berbasis Ethernet. GPON merupakan salah satu teknologi yang dikembangkan oleh ITU-T via G.984. Lapis physical media dependent pada EPON/GEPON dapat mendukung maksimum 1.25 Gbps (laju data efektif 1.0 Gbps) untuk trafik downstream dan upstream. GPON menggunakan TDMA sebagai teknik multiple access upstream dengan data rate sebesar 1.2 Gbps dan menggunakan broadcast kearah downstream dengan data rate sebesar 2.5 Gbps. GEPON mengenkapsulasi dan men-transport data pengguna dalam frame Ethernet. GE-PON dikeluarkan sebagai jenis dari sistem high speed optical access. Hal tersebut dikarenakan sistem PON ini menggunakan teknologi Ethernet, yang biasanya disebut “EPON”, tetapi karena pengaruh layanan yang diberikan maka lebih dikenal sebagai “gigabit”
Jadi, GEPON merupakan perluasan alami dari LAN pada premis pengguna, dan menghubungkan LAN-LAN menuju infrastruktur MAN/WAN berbasis Ethernet. Karena tidak ada fragmentasi atau penyusunan data pada GEPON dan kebutuhannya pada lapis physical-media dependent lebih longgar, peralatan GEPON lebih murah dibanding GPON. Seiring dengan luasnya penggunaan Ethernet pada LAN, GEPON menjadi teknologi akses yang sangat atraktif. Saat ini GEPON sudah tersebar dalam skala besar di Jepang, melayani jutaan pengguna.
GE-PON (Gigabit Ethernet Passive Optical Network) merupakan teknik akses optik kecepatan tinggi yang telah distandarisasi menurut IEEE 802.3ah EFM (Ethernet in the First Mile) sehingga dapat digunakan pada konfigurasi point to multipoint. Ketika ITU-T membangun standar BPON dan GPON, sebuah working group IEEE yang bernama Ethernet-in-the-first-mile mengembangkan PON yang berbasis Ethernet. GPON merupakan salah satu teknologi yang dikembangkan oleh ITU-T via G.984. Lapis physical media dependent pada EPON/GEPON dapat mendukung maksimum 1.25 Gbps (laju data efektif 1.0 Gbps) untuk trafik downstream dan upstream. GPON menggunakan TDMA sebagai teknik multiple access upstream dengan data rate sebesar 1.2 Gbps dan menggunakan broadcast kearah downstream dengan data rate sebesar 2.5 Gbps. GEPON mengenkapsulasi dan men-transport data pengguna dalam frame Ethernet. GE-PON dikeluarkan sebagai jenis dari sistem high speed optical access. Hal tersebut dikarenakan sistem PON ini menggunakan teknologi Ethernet, yang biasanya disebut “EPON”, tetapi karena pengaruh layanan yang diberikan maka lebih dikenal sebagai “gigabit”
Jadi, GEPON merupakan perluasan alami dari LAN pada premis pengguna, dan menghubungkan LAN-LAN menuju infrastruktur MAN/WAN berbasis Ethernet. Karena tidak ada fragmentasi atau penyusunan data pada GEPON dan kebutuhannya pada lapis physical-media dependent lebih longgar, peralatan GEPON lebih murah dibanding GPON. Seiring dengan luasnya penggunaan Ethernet pada LAN, GEPON menjadi teknologi akses yang sangat atraktif. Saat ini GEPON sudah tersebar dalam skala besar di Jepang, melayani jutaan pengguna.
3.1 Prinsip Kerja GEPON
Standar Ethernet didefinisikan untuk shared medium dan link point-to-point (P2P) full-duplex. Hal ini menyebabkan GEPON mempunyai ciri yang merupakan kombinasi dari dua sifat standar Ethernet tersebut. GEPON menggunakan struktur enkapsulasi paket Ethernet untuk komunikasi pada layer 2. Saat ini terhitung hampir 95 % komunikasi LAN menggunakan aplikasi ethernet, karena strukturnya yang ekonomis dan efektif. Sehingga GE-PON menjadi sangat efektif dalam mode komunikasi access network. Data dikirimkan dengan panjang variabel paket data maksimum sebesar 1.518 Bytes sesuai dengan Ethernet standar IEEE 802.3ah Struktur Point to Multipoint, dimana satu OLT bisa dihubungkan sampai 32 ONU. Semua ONU saling berbagi bandwidth 1 G melalui TDM (Time Division Multiplex).
Karena itu masing-masing ONU bisa menyediakan bandwidth max 1 Gbps untuk arah uplink atau downlink. Transceiver optik menggunakan sistem WDM (Wavelength DivisionMultiplexer) dengan panjang gelombang yang digunakan berbeda antara pengirim dan penerima.
Upstream : 1260 . 1360 nm (1310 ± 50) , Downstream : 1480 . 1500 nm (1490 ± 10) GEPON tidak membutuhkan beberapa protokol yang rumit untuk mentransmisikan sinyal optik secara tepat sampai ke pelanggan, karena sinyal dari pelanggan bisa ditransmisikan ke OLT secara terpusat. Pada NMS (Network Management System), menggunakan SNMP (Simple Network Management Protocol) untuk managemen elemen jaringan ONU sebagai fitur dari OAM (Operations, Administration and Maintenance).
Standar Ethernet didefinisikan untuk shared medium dan link point-to-point (P2P) full-duplex. Hal ini menyebabkan GEPON mempunyai ciri yang merupakan kombinasi dari dua sifat standar Ethernet tersebut. GEPON menggunakan struktur enkapsulasi paket Ethernet untuk komunikasi pada layer 2. Saat ini terhitung hampir 95 % komunikasi LAN menggunakan aplikasi ethernet, karena strukturnya yang ekonomis dan efektif. Sehingga GE-PON menjadi sangat efektif dalam mode komunikasi access network. Data dikirimkan dengan panjang variabel paket data maksimum sebesar 1.518 Bytes sesuai dengan Ethernet standar IEEE 802.3ah Struktur Point to Multipoint, dimana satu OLT bisa dihubungkan sampai 32 ONU. Semua ONU saling berbagi bandwidth 1 G melalui TDM (Time Division Multiplex).
Karena itu masing-masing ONU bisa menyediakan bandwidth max 1 Gbps untuk arah uplink atau downlink. Transceiver optik menggunakan sistem WDM (Wavelength DivisionMultiplexer) dengan panjang gelombang yang digunakan berbeda antara pengirim dan penerima.
Upstream : 1260 . 1360 nm (1310 ± 50) , Downstream : 1480 . 1500 nm (1490 ± 10) GEPON tidak membutuhkan beberapa protokol yang rumit untuk mentransmisikan sinyal optik secara tepat sampai ke pelanggan, karena sinyal dari pelanggan bisa ditransmisikan ke OLT secara terpusat. Pada NMS (Network Management System), menggunakan SNMP (Simple Network Management Protocol) untuk managemen elemen jaringan ONU sebagai fitur dari OAM (Operations, Administration and Maintenance).
Pada arah downstream, GEPON bertindak
sebagai shared medium, dengan frame-frame yang dikirim oleh OLT mencapai setiap
ONU. Pada arah upstream, karena sifat direksional dari coupler pasif,
frame-frame data hanya akan mencapai OLT, tidak menuju ONU lainnya. Artinya,
pada arah upstream perilaku GEPON dapat dibandingkan dengan jaringan P2P.
Tetapi, tidak seperti jaringan P2P sebenarnya, dalam GEPON frame-frame yang
dikirimkan dari ONU yang berbeda bisa bertabrakan. Sehingga pada arah upstream
terdapat syarat untuk berbagi serat trunk dan mengatur time slot transmisi ONU
untuk mencegah tabrakan. Untuk mengurus syarat koordinasi trafik yang unik pada
sisi upstream GEPON menggunakan MPCP, yang merupakan protokol berbasis frame,
berdasarkan pesan-pesan kontrol MAC 64-byte, yang mengkoordinasikan trafik
upstream. Hal ini menyebabkan mekanisme pengiriman data antara upstream dan
downstream berbeda. Berikut prosedur masing-masing arah.
a. Arah downstream
Pada arah ini, frame-frame Ethernet yang dikirim oleh OLT melewati splitter pasif 1:N dan disebar secara broadcast menuju setiap ONU. Frame Ethernet diekstrak oleh ONU tujuan mereka berdasarkan alamat Medium Access Control (MAC), sehingga ini tidak berbeda dengan LAN Ethernet pada umumnya. Berikut gambar proses pengiriman data pada downstream.
Pada arah ini, frame-frame Ethernet yang dikirim oleh OLT melewati splitter pasif 1:N dan disebar secara broadcast menuju setiap ONU. Frame Ethernet diekstrak oleh ONU tujuan mereka berdasarkan alamat Medium Access Control (MAC), sehingga ini tidak berbeda dengan LAN Ethernet pada umumnya. Berikut gambar proses pengiriman data pada downstream.
b. Arah upstream
Pada arah ini, frame-frame Ethernet dikirim oleh masing-masing ONU dalam mode burst dengan pemotongan waktu seperti TDM. OLT menugaskan tiap ONU slot waktu transmisi tertentu. Slot waktu transmisi ini mencegah fragmentasi dan tabrakan sinyal. Slot waktu dilengkapi dengan ukuran tetap tetapi pemberiannya lebih fleksibel.
Sebuh ONU menahan frame-frame yang diterima dari pelanggan sampai slot waktunya tiba. Ketika slot waktunya tiba, ONU mengirimkan semua frame yang disimpan pada kecepatan kanal penuh, yang harus sesuai dengan salah satu dari laju data standar Ethernet dalam cara burst.
Pada arah ini, frame-frame Ethernet dikirim oleh masing-masing ONU dalam mode burst dengan pemotongan waktu seperti TDM. OLT menugaskan tiap ONU slot waktu transmisi tertentu. Slot waktu transmisi ini mencegah fragmentasi dan tabrakan sinyal. Slot waktu dilengkapi dengan ukuran tetap tetapi pemberiannya lebih fleksibel.
Sebuh ONU menahan frame-frame yang diterima dari pelanggan sampai slot waktunya tiba. Ketika slot waktunya tiba, ONU mengirimkan semua frame yang disimpan pada kecepatan kanal penuh, yang harus sesuai dengan salah satu dari laju data standar Ethernet dalam cara burst.
3.2 Komponen GEPON
3.2.1 Optical Line Terminal (OLT)
OLT adalah elemen jaringan Fiber To The Home (FTTH) yang menyediakan antarmuka PON menuju core IP/Ethernet dan jaringan operasi. OLT dtempatkan pada CO (Central Office), dihubungkan ke ONU melalui PON dengan kabel fiber, splitter dan komponen pasif lain.
OLT diatur oleh EMS. Tanggung jawab fungsionalnya meliputi konversi sinyal optik-ke-elektrik dan elektrik-ke-optik, control transmisi bidireksional, multpleksing/demultipleksing sinyal dan layanan, perutean/switching paket, fungsi operasi, administrasi, dan pemeliharaan (OAM), konvesi PON dan jaringan, dan fungsi antarmuka.
OLT adalah elemen jaringan Fiber To The Home (FTTH) yang menyediakan antarmuka PON menuju core IP/Ethernet dan jaringan operasi. OLT dtempatkan pada CO (Central Office), dihubungkan ke ONU melalui PON dengan kabel fiber, splitter dan komponen pasif lain.
OLT diatur oleh EMS. Tanggung jawab fungsionalnya meliputi konversi sinyal optik-ke-elektrik dan elektrik-ke-optik, control transmisi bidireksional, multpleksing/demultipleksing sinyal dan layanan, perutean/switching paket, fungsi operasi, administrasi, dan pemeliharaan (OAM), konvesi PON dan jaringan, dan fungsi antarmuka.
3.2.2 Optical Network Unit (ONU)
ONU merupakan elemen pada sisi pelanggan FTTH yang menyediakan antarmuka pelanggan menuju PON. Dalam perangkat ONU menyediakan pengubah opto-electrical (melewatkan informasi yang diubah dari framework serat optik menjadi framework logam listrik. ONU merupakan suatu titik pembatasan, dimana merupakan akhir dari aliran optik jaringan pembawanya dan merupakan awal dari jaringan akses pelanggan. Perbedaan ONT dan ONU yaitu ONU masih membutuhkan perangkat NT (Network Terminal) di bagian pelanggan, sedangkan ONT bisa langsung dihubungkan dengan user equipment. Maksimal jumlah ONU/ONT dalam GE-PON yang bisa digunakan yaitu 32 ONU. Tanggung jawab fungsionalnya meliputi konversi sinyal E/O dan O/E, multipleksing/demultipleksing sinyal dan layanan, dan konversi sinyal layanan pelanggan dan PON beriringan dengan proses menyediakan berbagai antarmuka customer premise equipment (CPE).
ONU merupakan elemen pada sisi pelanggan FTTH yang menyediakan antarmuka pelanggan menuju PON. Dalam perangkat ONU menyediakan pengubah opto-electrical (melewatkan informasi yang diubah dari framework serat optik menjadi framework logam listrik. ONU merupakan suatu titik pembatasan, dimana merupakan akhir dari aliran optik jaringan pembawanya dan merupakan awal dari jaringan akses pelanggan. Perbedaan ONT dan ONU yaitu ONU masih membutuhkan perangkat NT (Network Terminal) di bagian pelanggan, sedangkan ONT bisa langsung dihubungkan dengan user equipment. Maksimal jumlah ONU/ONT dalam GE-PON yang bisa digunakan yaitu 32 ONU. Tanggung jawab fungsionalnya meliputi konversi sinyal E/O dan O/E, multipleksing/demultipleksing sinyal dan layanan, dan konversi sinyal layanan pelanggan dan PON beriringan dengan proses menyediakan berbagai antarmuka customer premise equipment (CPE).
3.2.3 Optical Splitter
Splitter merupakan perangkat yang membagi daya optik menjadi N jalur terpisah menuju pelanggan. Sebagai penghubung antara OLT dengan ONU. Berfungsi untuk mentransmisikan sinyal input optik arah downlink menuju port multi output, dan bisa membagi satu serat optik kedalam multi user dimana bandwidth dari serat tersebut dibagi-bagi. Untuk arah uplink, me-multiplexing kanalkanal sinyal optik ONU menuju satu serat optik. Optical splitter diklasifikasikan komponen pasif karena didalamnya tidak ada komponen aktif elektrik, hal ini berarti tidak sensitif terhadap temperatur ataupun elemen lain yang bisa menjadi masalah dalam komponen elektrik. Jika splitter dirancang untuk membagi daya optikdan jika P adalah daya optik yang masuk ke splitter, level daya yang masuk ke tiap pelanggan adalah P/N. Desain pembagi daya dengan rasio pembagi juga mungkin dan terdapat lebih dari satu splitter dalam jalur tertentu, tergantung penerapannya. Jumlah jalur yang terbagi bisa beragam dari 2 hingga 64, tetapi biasanya mereka berjumlah 8, 16, dan 32.
Splitter merupakan perangkat yang membagi daya optik menjadi N jalur terpisah menuju pelanggan. Sebagai penghubung antara OLT dengan ONU. Berfungsi untuk mentransmisikan sinyal input optik arah downlink menuju port multi output, dan bisa membagi satu serat optik kedalam multi user dimana bandwidth dari serat tersebut dibagi-bagi. Untuk arah uplink, me-multiplexing kanalkanal sinyal optik ONU menuju satu serat optik. Optical splitter diklasifikasikan komponen pasif karena didalamnya tidak ada komponen aktif elektrik, hal ini berarti tidak sensitif terhadap temperatur ataupun elemen lain yang bisa menjadi masalah dalam komponen elektrik. Jika splitter dirancang untuk membagi daya optikdan jika P adalah daya optik yang masuk ke splitter, level daya yang masuk ke tiap pelanggan adalah P/N. Desain pembagi daya dengan rasio pembagi juga mungkin dan terdapat lebih dari satu splitter dalam jalur tertentu, tergantung penerapannya. Jumlah jalur yang terbagi bisa beragam dari 2 hingga 64, tetapi biasanya mereka berjumlah 8, 16, dan 32.
3.2.4 Serat Optik
Serat optik yang biasa digunakan adalah yang berbasis standar ITU-T G.652 single mode.
3.3 Keunggulan dan Kekurangan GEPON
Serat optik yang biasa digunakan adalah yang berbasis standar ITU-T G.652 single mode.
3.3 Keunggulan dan Kekurangan GEPON
GEPON sebagai
teknologi tetap mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihan yang dimiliki
GEPON, antara lain
a. Biaya lebih murah dibanding GEPON
a. Biaya lebih murah dibanding GEPON
Ada beberapa alasan GEPON menjadi
teknologi yang murah dibanding GPON. Salah satunya adalah karena perbedaan line
coding yang digunakan. GPON menggunakan teknik Non-Return to Zero (NRZ) untuk
pengkodean yang bertujuan untuk mencapai efisiensi bandwidth hingga 100%.
Karena syarat yang cukup ketat inilah, desain perangkat transceiver menjadi
lebih susah dan mahal. Berbeda dengan GEPON, ia menggunakan line coding 8B/10B
yang dimaksudkan agar adanya transisi yang cukup antar bit. Dengan keadaan ini,
desain perangkat receiver menjadi lebih mudah dan murah.
Selain line coding, GEPON lebih murah karena waktu laser on/off lebih longgar, yaitu 512 ns. Berbeda dengan GPON, ia memiliki waktu laser on/off yang cukup cepat, yaitu 44 ns. Hal ini menyebabkan GPON memiliki komponen yang mahal.
Selain line coding, GEPON lebih murah karena waktu laser on/off lebih longgar, yaitu 512 ns. Berbeda dengan GPON, ia memiliki waktu laser on/off yang cukup cepat, yaitu 44 ns. Hal ini menyebabkan GPON memiliki komponen yang mahal.
b. Implementasi bersifat terbuka
Standar IEEE 802.3ah sengaja meninggalkan banyak detail di luar spesifikasi kecuali untuk layer fisik dan data link saja. Ini dilakukan untuk menjaga fleksibilitas implementasi dan mendorong inovasi dari vendor. Tujuan pembuat standar adalah untuk mempertahankan perangkat yang murah dan waktu yang cepat untuk pemasaran. Contoh, masalah alokasi bandwidth dinamis dan penyediaan tingkat layanan yang terjamin menjadi dua masalah yang menarik untuk diteliti.
Standar IEEE 802.3ah sengaja meninggalkan banyak detail di luar spesifikasi kecuali untuk layer fisik dan data link saja. Ini dilakukan untuk menjaga fleksibilitas implementasi dan mendorong inovasi dari vendor. Tujuan pembuat standar adalah untuk mempertahankan perangkat yang murah dan waktu yang cepat untuk pemasaran. Contoh, masalah alokasi bandwidth dinamis dan penyediaan tingkat layanan yang terjamin menjadi dua masalah yang menarik untuk diteliti.
c. Penggunaan frame Ethernet yang
menguntungkan
Untuk GPON ketika membawa trafik IP,
paket-paket harus dipecah menjadi segmen-segmen 48 byte dengan 5 byte header
masing-masing. Proses ini memakan waktu dan rumit serta menambah biaya pada OLT
dan ONU. Berbeda dengan Ethernet, dengan menggunakan paket yang panjangnya
variabel, Ethernet dibuat untuk membawa trafik IP dan bisa mengurangi overhead
secara signifikan. Sebagai tambahan, Ethernet juga mendukung protokol IGMP yang
mendukung layanan multicast sehingga GEPON sangat cocok untuk layanan
triple-play, seperti IPTV.
d. Manajemen lebih mudah
GEPON hanya membutuhkan satu sistem
pengaturan. Sedangkan GPON membutuhkan tiga sistem pengaturan untuk protokol
layer 2. Hal ini berarti GEPON menghasilkan total biaya yang lebih rendah.
GEPON juga tidak membutuhkan konversi multiprotokol dan hasilnya adalah biaya
silikon yang lebih murah.
e. Adanya fungsi Rapid Spanning Tree
Protocol
Fungsi RSTP di sini bertujuan untuk menyediakan redundansi jalur antara OLT dan jaringan backbone dan mencegah loop jaringan yang tidak diinginkan. RSTP menyediakan mekanisme kepada perangkat jaringan untuk mempelajari topologi jaringan, memilih bridgeroot, menghitung jalur dengan biaya terendah dari tiap bridge dan port menuju bridge root dan secara selektif memblok port, sehingga menjamin jaringan bebas looping. Sedangkan kekurangan yang dimiliki oleh GEPON adalah:
a. Bandwidth lebih rendah dibanding GPON
Fungsi RSTP di sini bertujuan untuk menyediakan redundansi jalur antara OLT dan jaringan backbone dan mencegah loop jaringan yang tidak diinginkan. RSTP menyediakan mekanisme kepada perangkat jaringan untuk mempelajari topologi jaringan, memilih bridgeroot, menghitung jalur dengan biaya terendah dari tiap bridge dan port menuju bridge root dan secara selektif memblok port, sehingga menjamin jaringan bebas looping. Sedangkan kekurangan yang dimiliki oleh GEPON adalah:
a. Bandwidth lebih rendah dibanding GPON
GPON pada arah downstream dapat
membawa kecepatan hingga 2.448 Gbps. Sedangkan GEPON hanya bisa membawa 1.25
Gbps.
b. Masalah interoperabilitas
b. Masalah interoperabilitas
Karena banyak detail dalam standar
IEEE 802.3ah yang belum dijelaskan, maka ini mendorong vendor untuk berinovasi.
Namun di satu sisi ini membuat bingung pasar dan kurangnya interoperabilitas.
Misalnya, EPON Jepang tidak bisa bekerja dengan EPON Cina.
3.4 Spesifikasi Layanan GEPON
Parameter Deskripsi
Maximum reach : 20 km/20 km
Maximum split ratio: 32
Line rate(up/down):1250/1250 Mbps
Coding: 8B/10B
Data rate: 1000 Mbps
Loss ODN toleransi: 20/24 dB 29 dB
US overheads: Guard: 2 μs Laser on/off: 512 ns AGC/CDR: 400 ns
Parameter Deskripsi
Maximum reach : 20 km/20 km
Maximum split ratio: 32
Line rate(up/down):1250/1250 Mbps
Coding: 8B/10B
Data rate: 1000 Mbps
Loss ODN toleransi: 20/24 dB 29 dB
US overheads: Guard: 2 μs Laser on/off: 512 ns AGC/CDR: 400 ns
Pengenalan Perangkat ONT/ONU
Optical Network Unit (ONU) atau Optical
Network Terminal (ONT) merupakan perangkat di sisi pelanggan yang
menyediakan interface baik data, voice, maupun video. Fungsi utama ONU ini
adalah menerima trafik dalam format optik dan mengkonversinya menjadi bentuk
yang diinginkan, seperti data, voice, dan video.
Berikut ini adalah perlengkapan yang disiapkan di sisi pelanggan, antara lain:
Berikut ini adalah perlengkapan yang disiapkan di sisi pelanggan, antara lain:
· Perangkat
Optical Network Unit (ONU).
· Kabel fiber
optic, Single Mode.
· Outlet fiber
optic
Fungsi Optikal Termination Box (OTB)
OTB digunakan sebagai media penyambung dari kabel fiber optik ke switch dengan mengunakan kabel fiber optik patchcord.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar