Electricity Lightning

cara mengatasi komputer Dan Jaringan

Kamis, 14 November 2019

Cara Konfigurasi Queues Tree

Pengertian Queues
          Queues terbagi menjadi dua yaitu simple queue dan queue tree.
1.      Simple Queue
Melakukan manajemen bandwidth dengan Simple Queue adalah cara paling sederhana. Pada simple  queue kita bisa melimit Bandwidth berdasarkan IP Address Client. Baik itu bandwidth Download ataupun Upload.
2.     Queue Tree
Queue Tree adalah salah satu fitur yang terdapat dalam mikrotik yang digunakan untuk mengatur jumlah bandwidth. Berfungsi untuk mengimplementasikan fungsi yang lebih komplex dalam limit bandwidth. Biasanya digunakan oleh admin warnet untuk membatasi satu arah koneksi untuk download maupun untuk upload. Cara membuat Queue Tree sering dibilang agak rumit oleh orang oleh karena itu orang lebih banyak memilih simple queue.
Untuk dapat mempelajari lebih dalam tentang Queue, kita akan mempraktikan cara mengkonfigurasi Queue Tree.



(Ether1 = 200.100.10.1/29)
(Ether2 = 200.100.11.1/29)

Di bawah ini script-nya :

ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=200.100.10.2 action=mark-connection passthrough=yes new-connection-mark=warnet-pc1 disable=no comment=warnet;
ip firewall mangle add chain=prerouting connection-mark=warnet-pc1 action=mark-packet passthrough=yes new-packet-mark=pkwarnet-pc1 disable=no;
ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=200.100.10.3 action=mark-connection passthrough=yes new-connection-mark=warnet-pc2 disable=no;
ip firewall mangle add chain=prerouting connection-mark=warnet-pc2 action=mark-packet passthrough=yes new-packet-mark=pkwarnet-pc2 disable=no;
ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=200.100.10.4 action=mark-connection passthrough=yes new-connection-mark=warnet-pc3 disable=no;
ip firewall mangle add chain=prerouting connection-mark=warnet-pc3 action=mark-packet passthrough=yes new-packet-mark=pkwarnet-pc3 disable=no;
ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=200.100.10.5 action=mark-connection passthrough=yes new-connection-mark=warnet-pc4 disable=no;
ip firewall mangle add chain=prerouting connection-mark=warnet-pc4 action=mark-packet passthrough=yes new-packet-mark=pkwarnet-pc4 disable=no;
ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=200.100.10.6 action=mark-connection passthrough=yes new-connection-mark=warnet-pc5 disable=no;
ip firewall mangle add chain=prerouting connection-mark=warnet-pc5 action=mark-packet passthrough=yes new-packet-mark=pkwarnet-pc5 disable=no;
ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=200.100.11.2 action=mark-connection passthrough=yes new-connection-mark=kantor-pc1 disable=no comment=kantor;
ip firewall mangle add chain=prerouting connection-mark=kantor-pc1 action=mark-packet passthrough=yes new-packet-mark=pkkantor-pc1 disable=no;
ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=200.100.11.3 action=mark-connection passthrough=yes new-connection-mark=kantor-pc2 disable=no;
ip firewall mangle add chain=prerouting connection-mark=kantor-pc2 action=mark-packet passthrough=yes new-packet-mark=pkkantor-pc2 disable=no;
ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=200.100.11.4 action=mark-connection passthrough=yes new-connection-mark=kantor-pc3 disable=no;
ip firewall mangle add chain=prerouting connection-mark=kantor-pc3 action=mark-packet passthrough=yes new-packet-mark=pkkantor-pc3 disable=no;
ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=200.100.11.5 action=mark-connection passthrough=yes new-connection-mark=kantor-pc4 disable=no;
ip firewall mangle add chain=prerouting connection-mark=kantor-pc4 action=mark-packet passthrough=yes new-packet-mark=pkkantor-pc4 disable=no;
ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=200.100.11.6 action=mark-connection passthrough=yes new-connection-mark=kantor-pc5 disable=no;
ip firewall mangle add chain=prerouting connection-mark=kantor-pc5 action=mark-packet passthrough=yes new-packet-mark=pkkantor-pc5 disable=no;
queue tree add name=warnet-up max-limit=128k parent=wlan1 priority=8;
queue tree add name=warnet-down max-limit=128k parent=ether1 priority=8;
queue tree add name=kantor-up max-limit=150k parent=wlan1 priority=8;
queue tree add name=kantor-down max-limit=150k parent=ether2 priority=8;
queue tree add name=warnet-up.pc1 max-limit=128k limit-at=64k packet-mark=pkwarnet-pc1 parent=warnet-up;
queue tree add name=warnet-down.pc1 max-limit=128k limit-at=64k packet-mark=pkwarnet-pc1 parent=warnet-down;
queue tree add name=warnet-up.pc2 max-limit=128k limit-at=64k packet-mark=pkwarnet-pc2 parent=warnet-up;
queue tree add name=warnet-down.pc2 max-limit=128k limit-at=64k packet-mark=pkwarnet-pc2 parent=warnet-down;
queue tree add name=warnet-up.pc3 max-limit=128k limit-at=64k packet-mark=pkwarnet-pc3 parent=warnet-up;
queue tree add name=warnet-down.pc3 max-limit=128k limit-at=64k packet-mark=pkwarnet-pc3 parent=warnet-down;
queue tree add name=warnet-up.pc4 max-limit=128k limit-at=64k packet-mark=pkwarnet-pc4 parent=warnet-up;
queue tree add name=warnet-down.pc4 max-limit=128k limit-at=64k packet-mark=pkwarnet-pc4 parent=warnet-down;
queue tree add name=warnet-up.pc5 max-limit=128k limit-at=64k packet-mark=pkwarnet-pc5 parent=warnet-up;
queue tree add name=warnet-down.pc5 max-limit=128k limit-at=64k packet-mark=pkwarnet-pc5 parent=warnet-down;
queue tree add name=kantor-up.pc1 max-limit=150k limit-at=75k packet-mark=pkkantor-pc1 parent=kantor-up;
queue tree add name=kantor-down.pc1 max-limit=150k limit-at=75k packet-mark=pkkantor-pc1 parent=kantor-down;
queue tree add name=kantor-up.pc2 max-limit=150k limit-at=75k packet-mark=pkkantor-pc2 parent=kantor-up;
queue tree add name=kantor-down.pc2 max-limit=150k limit-at=75k packet-mark=pkkantor-pc2 parent=kantor-down;
queue tree add name=kantor-up.pc3 max-limit=150k limit-at=75k packet-mark=pkkantor-pc3 parent=kantor-up;
queue tree add name=kantor-down.pc3 max-limit=150k limit-at=75k packet-mark=pkkantor-pc3 parent=kantor-down;
queue tree add name=kantor-up.pc4 max-limit=150k limit-at=75k packet-mark=pkkantor-pc4 parent=kantor-up;
queue tree add name=kantor-down.pc4 max-limit=150k limit-at=75k packet-mark=pkkantor-pc4 parent=kantor-down;

Hasil Percobaan :



















Cukup itu aja, Jika ad kesalahan mohon maaf
Sekian dan Terima Kasih :v

Selasa, 03 September 2019

Pengertian FTP, Manfaat dan Cara Konfigurasi FTP

v  Pengertian FTP (File Transfer Protocol)
File Transfer Protocol atau FTP adalah protocol internet yang digunakan untuk urusan pengiriman data dalam jaringan komputer, seperti upload dan download file yang dilakukan oleh FTP client dan FTP server.

v  Perbedaan Antara FTP Client dan FTP Server
FTP Server merupakan server yang bertugas memberikan layanan pengiriman/tukar menukar data kepada FTP client dengan syarat FTP client harus meminta (request) terlebih dahulu kepada FTP server.
FTP Client merupakan komputer/perangkat yang meminta layanan tukar-menukar data kepada FTP server. Setelah terkoneksi dengan FTP server, FTP client dapat melakukan proses download, upload dan lain sebagainya sesuai dengan izin yang telah diberikan oleh FTP server sebelumnya.

v  Manfaat FTP (File Transfer Protocol)
1.   Kita dapat melakukan pertukaran file antar computer dengan mudah, walaupun file tersebut memiliki ukuran yang besar.
2.  Bagi pemilik website, dengan adanya FTP, mereka dapat melakukan backup website mereka dengan mudah.
3. Kita dapat melakukan Indirect maupun implicit remote computer.
4.    FTP menyediakan transfer data yang reliable dan efisien, karena setiap pengguna tidak memerlukan tahapan – tahapan yang rumit untuk memperoleh suatu file atau mentransfer suatu file.
5.    Transfer data/file dapat dilakukan dengan mudah dan terorganisir.

v  Konfigurasi FTP (File Transfer Protocol)
1. Kita harus mengisntall proftpd terlebuh dahulu dengan perintah :
     #apt-get install proftpd


2.    Lalu disini saya pilih standalone

3.    Lalu kita konfigurasi FTP dengan perintah :
#nano /etc/proftpd/proftpd.conf


4.    Kita tambahkan script dibagian paling bawah
<Anonymous /home/baidillah17/>
User baidillah
RequireValidShell off
</Anonymous>

5. Beri hak akses directory baidillah17 dengan perintah chmod -R 775 /home/baidillah17


6.    Restart proftpd dengan perintah :
#/etc/init.d/proftpd restart

7.  Buka web browser lalu ketikan perintah ftp://ip_server, lalu masukan user dan password debian anda.


8.    Jika berhasil login maka akan muncul seperti ini :

Pengertian SSH, Manfaat dan Cara Konfigurasi SSH


v  Pengertian SSH (Secure Shell)
SSH adalah aplikasi pengganti remote login seperti telnet, rsh, dan rlogin, yang jauh lebih aman. Fungsi utama aplikasi ini adalah untuk mengakses mesin secara remote. Sama seperti telnet, SSH Client menyediakan User dengan  Shell untuk remote ke mesin. Tidak seperti telnet, SSH menyediakan koneksi enkripsi antara klien dengan server. Dalam prakteknya, penggunaan menggunakan telnet dan ssh seperti perbedaan dengan mengakses website biasa dengan website yang lebih aman (HTTPS).

v  Manfaat SSH (Secure Shell)
Dengan menggunakan SSH Anda dapat bergerak bebas melalui stukrur file akun hosting. Anda juga dapat menjalankan tugas seperti monitoring log file dan memulai atau menghentikan service ( berlaku di layanan VPS / Dedicated). Bahkan anda juga dapat menggunakannya untuk install software ke akun hostingmu atau manage database MySQL. SSH mengijinkan Anda untuk melakukan banyak hal lebih dari standard web.

Manfaat SSH juga dapat digunakan sebagai Otentifikasi, mekanisme untuk memastikan pengirim dan penerima adalah benar dan aman dari serangan cyber.
      
      Manfaat SSH dapat digunakan oleh seorang operator untuk menjaga Kerahasiaan dan juga memastikan kerahasiaan data yang dikirim agar hanya diketahui oleh penerima dan pengirim, dengan kata lain orang yang tidak memiliki akses kepada protokol jaringan SSH tidak dapat mengakses atau melihat data yang dikirim oleh pengguna yang sah.

v  Konfigurasi SSH (Secure Shell)
1.    Install paket ssh, dengan perintah
#apt-get install ssh

2.    Bila ada konfirmasi Y/N, pilih Y

3.    Masukkan Cd-rom Binary-1 

4.    Kemudian jika anda ingin mengubah port pada ssh server anda, ketikkan perintah :
#nano /etc/ssh/sshd_config

5.  Lalu ubah port pada baris seperti gambar dibawah:


6. Ubah Port 22 menjadi port yang ingin Anda hendaki, misalnya: 850


7.    Setelah selesai, simpan file tersebut dengan CTRL-X, Y
8.    Restart konfigurasi ssh anda dengan perintah :
#/etc/init.d/ssh restart

9.    Anda harus memiliki aplikasi bernama Putty, jika belum silahkan download disini
10. Buka aplikasi Putty
11.  Pada kolom Host Name (or IP address) masukkan alamat IP Address anda
Pada kolom Port masukkan Port yang tadi Anda konfigurasi
Contoh :
Hostname : 192.168.17.1
Port     :  850

12. Maka jika Anda berhasil akan muncul tampilan prompt putty Anda seperti gambar dibawah :

13.   Silahkan login akun debian anda, masukkan username dan password anda.


14. Jika Anda sudah dapat meremote server debian Anda, maka ssh server Anda telah berhasil.

Sekian pengertian, manfaat, dan konfigurasi dari SSH Server,
Semoga Bermanfaat dan Terima kasih :v